JAVANETWORK.CO.ID.OPINI –Gelombang penolakan terhadap survei seismik migas yang dilakukan oleh PT KEI di wilayah Kangean akhir-akhir ini menjadi sorotan publik. Suara penolakan seperti ini tentu wajar muncul di tengah kekhawatiran masyarakat akan dampak lingkungan dan sosial dari kegiatan eksplorasi energi. Namun, di balik riuhnya penolakan itu, ada potensi besar yang justru bisa menjadi kunci kebangkitan ekonomi Kangean bahkan Madura secara keseluruhan.
Kangean bukan sekadar gugusan pulau di ujung timur Madura. Pulau ini menyimpan kandungan energi yang melimpah, baik di daratan (onshore) maupun di laut (offshore). Jika pengelolaan sumber daya ini dilakukan secara transparan, profesional, dan berpihak pada masyarakat lokal, maka masa depan Kangean akan berbeda jauh dari hari ini.
Selama ini, wilayah kepulauan seperti Kangean sering diidentikkan dengan keterisolasian dan keterbatasan infrastruktur. Padahal, dengan potensi migas onshore yang besar, Kangean berpeluang menjadi pusat energi baru di Madura. Bayangkan jika suatu hari Kangayan dan sekitarnya tumbuh sebagai sentra energi strategis yang menopang pasokan bagi industri dan masyarakat di Pulau Garam sebuah lompatan peradaban ekonomi bagi kawasan timur Madura.
Tidak perlu terlalu khawatir. Lihatlah contoh dari Timur Tengah Arab Saudi atau Uni Emirat Arab (Dubai). Eksplorasi dan eksploitasi migas justru menjadi fondasi kemakmuran mereka. Negara-negara itu mampu mengelola sumber daya alamnya dengan baik, menghadirkan kesejahteraan bagi rakyatnya tanpa mengorbankan masa depan lingkungan.
Lebih jauh lagi, bila wacana Provinsi Madura benar-benar terwujud di masa depan, bukan hal mustahil Kangean akan naik status menjadi kabupaten baru. Daerah ini memiliki potensi alam, posisi strategis, serta identitas sosial yang kuat untuk berdiri sendiri secara administratif.
Namun, semua itu hanya bisa terwujud bila rakyat dilibatkan sejak awal. Eksplorasi migas tak boleh menjadi milik segelintir elite atau perusahaan besar semata. Harus ada jaminan keterlibatan masyarakat lokal, mulai dari kesempatan kerja, program tanggung jawab sosial (CSR) yang konkret, hingga perlindungan lingkungan yang ketat dan terukur.
Kangean tidak boleh sekadar menjadi penonton atas kekayaan alamnya sendiri. Ia harus menjadi aktor utama dalam panggung kebangkitan energi Madura.
Kini, tinggal bagaimana pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan perusahaan seperti PT KEI duduk bersama memastikan setiap langkah eksplorasi dilakukan secara adil, berkelanjutan, dan memberi manfaat nyata bagi warga.
Karena jika dikelola dengan bijak dan berpihak, onshore Kangean bukan ancaman melainkan harapan masa depan Madura. Sebab sesungguhnya, warga Kangean tidak menolak, mereka hanya tidak ingin menangis di tanah sendiri. (REDJAVA****)
Penulis : Moh. Asmuni Wakil Ketua PDPM Sumenep Pemerhati Kebijakan Energi Daerah











