JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Senja di Taman Adipura Sumenep terasa berbeda pada Minggu (23/3/2025). Alih-alih sibuk dengan gawai, puluhan anak berkumpul dengan mata berbinar, tenggelam dalam lembaran buku dan kisah-kisah yang memikat imajinasi.
Perpustakaan Keliling (Perpusling) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Sumenep hadir membawa pengalaman ngabuburit yang tak biasa, penuh ilmu, cerita, dan tawa. Inisiatif ini bukan sekadar mengisi waktu menunggu azan magrib, tetapi juga merawat kecintaan terhadap literasi sejak dini.
Kepala Dispusip Sumenep, Rudi Yuyianto, melalui Pustakawan Ahli Muda Drs. Syaiful Bahri, mengungkapkan bahwa program ini dirancang untuk mendekatkan anak-anak dengan dunia literasi di tengah maraknya era digital.

“Kami ingin menciptakan momen ngabuburit yang lebih bermakna, bukan sekadar menunggu waktu berbuka, tetapi juga merangsang rasa ingin tahu anak-anak melalui buku dan interaksi edukatif. Literasi harus menjadi bagian dari gaya hidup, bukan sekadar rutinitas,” ujar Drs. Syaiful Bahri kepada media ini, Minggu (23/03/2025).
Kegiatan ini menghadirkan berbagai koleksi buku pilihan, mulai dari cerita rakyat yang sarat makna, buku sains populer yang menggugah rasa ingin tahu, hingga buku islami yang relevan dengan suasana Ramadan.
Tak hanya membaca, anak-anak juga diajak menikmati sesi mendongeng yang interaktif, di mana suara dan ekspresi pencerita membawa mereka berpetualang ke dunia imajinasi yang penuh warna.
Ada pula kuis literasi yang menambah semangat, memacu daya pikir, dan mempererat hubungan anak-anak dengan buku.

Keseruan ngabuburit literasi ini tak berhenti di Taman Adipura. Dispusip Sumenep telah menyiapkan rangkaian kunjungan Perpusling ke berbagai titik strategis di Sumenep, mulai dari sekolah hingga ruang publik lainnya.
“Kami ingin literasi semakin dekat dengan masyarakat, terutama generasi muda. Semoga dengan program ini, budaya membaca di Sumenep semakin tumbuh subur dan menjadi kebiasaan yang berkelanjutan,” ungkap Bang Ipong sapaannya.
Dengan keberlanjutan program ini, bukan tidak mungkin Sumenep akan menjadi kota dengan generasi muda yang tak hanya cerdas, tetapi juga berwawasan luas dan mencintai buku.
“Perpusling Dispusip Sumenep bukan sekadar membawa buku ke masyarakat, tetapi menanamkan benih literasi yang akan tumbuh menjadi peradaban yang lebih baik,” pungkasnya.(REDJAVA****)










