JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Bluto bersama Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dan warga setempat melakukan kerja bakti membersihkan puing serta material pohon tumbang yang menimpa rumah warga di Dusun Muncar, Desa Pakandangan Tengah, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Selasa (3/3/2026). Selain evakuasi, bantuan kemanusiaan juga disalurkan kepada warga terdampak.
Peristiwa pohon tumbang tersebut terjadi pada Minggu (1/2/2026) sekitar pukul 16.30 WIB, menyusul hujan lebat disertai angin kencang. Pohon jenis polai (pule) dengan diameter sekitar tujuh meter dan tinggi kurang lebih 25 meter roboh dan menimpa rumah warga, mengakibatkan kerusakan cukup parah.
Kegiatan korve dan penyaluran bantuan ini dihadiri Ketua PCNU Sumenep KH Md. Widadi Rahim, Ketua MWCNU Bluto K. Warri, Sekretaris MWCNU Bluto Moh. Ilyas, Kasatkocab Banser Sumenep Samsiyadi, Kasatkoryon Banser Bluto Suaidi, anggota Banser, perwakilan BMT NU Bluto, serta masyarakat setempat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain membantu proses evakuasi pohon tumbang yang sempat menghambat akses jalan warga, MWCNU Bluto menyalurkan bantuan berupa paket sembako kepada keluarga terdampak.
Banser Bluto turut memberikan bantuan material berupa 20 sak semen guna mendukung perbaikan rumah warga, sementara BMT NU Bluto menyalurkan bantuan dalam bentuk uang tunai.
Ketua MWCNU Bluto, K. Warri, menegaskan bahwa terdapat sejumlah hal mendesak yang harus segera ditangani pascakejadian tersebut.
“Yang paling urgen adalah menuntaskan evakuasi pohon tumbang karena mengganggu akses dan aktivitas warga. Kami juga berharap pemerintah kabupaten dapat menertibkan pohon-pohon besar yang berpotensi tumbang agar masyarakat tidak terus diliputi rasa trauma,” kata K. Warri disela-sela kegiatan, Rabu (04/02/2026)
Ia menjelaskan, dampak musibah ini cukup signifikan. Selain dua rumah mengalami kerusakan berat, sejumlah harta benda warga turut terdampak, di antaranya satu unit mobil jenis Mitsubishi Xpander dan lima kendaraan roda dua.
Sementara itu di tempat yang sama, Sekretaris MWCNU Bluto Moh. Ilyas menambahkan bahwa aspek kesehatan korban juga menjadi perhatian serius pascakejadian.
“Hal mendesak lainnya adalah memastikan layanan medis bagi satu korban luka berat yang telah dirujuk ke RSUD Pamekasan berjalan maksimal. Hingga saat ini korban masih belum sadarkan diri, sehingga pendampingan dan pemantauan medis terus kami lakukan,” ungkapnya.
Proses evakuasi pohon tumbang berlangsung relatif lambat akibat keterbatasan alat pemotong. Namun, berkat gotong royong antara MWCNU, Banser, dan warga setempat, pembersihan material pohon dan puing bangunan tetap dilakukan secara bertahap.
Hingga Selasa sore, kondisi di lokasi kejadian dilaporkan aman dan terkendali, meski cuaca masih terpantau gerimis disertai angin. (REDJAVA/$$$)








