JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Dalam dua hari terakhir, warga Kabupaten Sumenep digegerkan oleh peristiwa kebakaran lahan yang terjadi di dua lokasi berbeda.
Kejadian pertama berlangsung di Desa Kalimook, Kecamatan Kalianget, Jumat (26/9/2025) sore. Sementara sehari setelahnya, Sabtu (27/9/2025) pagi, kobaran api kembali muncul di Desa Batuan, Kecamatan Batuan, tepatnya di sebelah kantor SKB Batuan.
Kabid Damkar Satpol PP Sumenep, Sugiyanto, membenarkan adanya laporan dua kejadian kebakaran tersebut. Menurutnya, tim pemadam bergerak cepat setelah menerima laporan dari warga melalui SiLaPor 112 Sumenep.
“Betul, dalam dua hari ini kami menerima dua laporan kebakaran lahan, masing-masing di Kalimook Kalianget pada Jumat sore, dan di Desa Batuan pada Sabtu pagi,” ujar Sugiyanto kepada wartawan, Sabtu (27/9/2025).
Ia menjelaskan, laporan pertama diterima pada Jumat (26/9/2025) pukul 18.52 WIB. Warga bernama Dodik melaporkan adanya api di lahan kosong yang terletak di timur Asta Gumok, Desa Kalimook.
“Api cukup cepat membesar karena dipicu angin kencang, namun beruntung tim Damkar bersama warga segera melakukan upaya pemadaman sehingga tidak sampai merembet ke permukiman,” jelasnya.
Keesokan harinya, Sabtu (27/9/2025), sekitar pukul 10.54 WIB, warga kembali melaporkan kebakaran lahan di Desa Batuan, Kecamatan Batuan.
“Laporan kedua kami terima dari warga bernama Adi. Lokasinya berada di sebelah kantor SKB Batuan. Tim langsung menuju lokasi dan melakukan pemadaman dengan cepat,” terang Sugiyanto.
Menurutnya, kebakaran lahan di musim kemarau ini menjadi ancaman serius. Kondisi cuaca panas ditambah angin kencang membuat api mudah menyebar.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembakaran sampah atau lahan terbuka di musim kemarau, karena risiko terjadinya kebakaran sangat tinggi,” tegasnya.
Sugiyanto juga menambahkan, pihaknya terus siaga 24 jam untuk menerima laporan kebakaran dari masyarakat melalui layanan darurat SiLaPor 112 Sumenep.
“Damkar Satpol PP Sumenep selalu siap siaga. Begitu ada laporan, tim langsung bergerak ke lapangan untuk meminimalisir dampak yang lebih luas,” pungkasnya. (REDJAVA****)














