Mungkin Kebingungan ! Kapolres Sampang Juga Berani Sindir Sistem Negara

Senin, 4 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aula Mapolres Sampang Saat Audensi Bersama Wartawan

Aula Mapolres Sampang Saat Audensi Bersama Wartawan

JAVANETWORK.CO.ID.SAMPANG – Eh ternyata, pernyataan kontroversi Kapolres Sampang yang Viral ke jagat Nusantara hingga mengundang kegaduhan publik itu tidak hanya menegaskan tidak akan melayani wartawan yang tidak ikut UKW dan terdaftar di Dewan Pers, namun, Kapolres yang terkesan congkak itu juga menyalahkan sistem Negara Republik Indonesia pada saat dipertanyakan awak media terkait skema Distribusi Bantuan Langsung Tunai Pedagang Kaki Lima, Warung dan Nelayan (BLT-PKL-WN).

“Di Polres-Polres, di Kodim-Kodim gak ada, gak ada kabupaten lain itu, apalagi di daerah Matraman (Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Bondowoso sampai Banyuwangi maksudnya Matraman versi Jurnalis), tidak ada yang protes-protes begitu, malah semuanya mendukung, heran saya di Sampang ini. Gak tau, kok kayak begini di Sampang ini,” kata Arman dalam video visual yang diterima redaksi.

Baca Juga :  Laka Lantas Kembali Terjadi Di KM 20 Jalan Raya Nasional, Microbus vs Truck

“Bagaimana saya harus mengajak kepala desanya, dalam waktu 5 hari bossss, suruh nyarik orang, pengalamannya belum pernah ada, punya hati sedikit lah kepada anggota-anggota gimana nyarinya kepada anggota itu, akhirnya apa, Kasat Binmasnya nyuruh Bhabinkamtibmasnya karena dia punya kaki di masyarakat, Paham ? gak mudah bosssss,” demikian Arman menanggapi beberapa konfirmasi kalangan jurnalis.

“Puluhan ribu dalam beberapa hari kirim data, kemudian sistemlah yang mengolah, diverifikasi atau ditolak, itu sampeyan punya data, itu orang kaya, ini punya ini, SALAHKAN NEGARAMU, SISTEMNYA SUDAH BAGUS BELUM ITU? POLRES GAK NGERTI OPO-OPO SURUH BAGI KAYAK BEGINI, DIPIKIR LANGSUNG NGERTI, GAK NGERTI JUGA, karena beban tanggung jawab moral aja, mereka bekerja,” sebut Arman dengan pongahnya.

Baca Juga :  Pergantian Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Arya Wiraraja

Namun pernyataan Kapolres Sampang seakan berbanding 180 derajat dengan pimpinan Polri.

Pada sebuah kesempatan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mempersilakan masyarakat menyampaikan pendapat atau kritiknya kepada Institusi Polri.

Kapolri mengaku bahwa pihaknya tidak anti kritik, bahkan membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan kritikannya agar institusi yang dipimpinnya menjadi lebih baik.

“Tentunya menjadi energi, kritik kadangkala memang dirasakan pahit. Ibarat obat, pil itu pahit tapi harus dimakan, sehingga bisa menjadi sehat untuk organisasi atau institusi ini menjadi baik” kata Jenderal Listyo Sigit usai acara Hoegeng Award di Gedung Tribrata, Jakarta Selatan, Jum’at, (1/7/2022), sebagaimana dikutip dari kompastv edisi, (2/7/2022).

Berkaitan dengan Kasus Kapolres Sampang, ratusan wartawan melakukan aksi demo secara bertubi tubi, baik di Mapolres Sampang maupun di Mapolda Jawa Timur selama 3 kali. Bahkan Arman dilaporkan ke Mapolda Jatim pada saat HUT Bhayangkara ke 76 tahun.

Baca Juga :  Hari Mangrove se-Dunia 2023, Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo Minta Semua Masyarakat Peduli Lingkungan

Tidak hanya pelaporan, buntut dari ketidakpercayaan dan kekecewaan kepada Kapolres Sampang tersebut, Lintas Media Sampang (LMS) memberikan Karangan Bunga Ucapan Selamat Hari Bhayangkara Ke-76 dengan menobatkan predikat SEBAGAI PEJABAT PUBLIK SUKSES MEMBUAT KEGADUHAN TINGKAT NASIONAL.

“Sangat miris sekali, jika Pada saat HUT Bhayangkara, Kapolres Sampang dinobatkan sebagai Pejabat Publik yang sukses membuat kegaduhan. Betapa malunya Kapolres ini,” ujar Abdul Azis, kordinator Alansi Masyarakat Pecinta Jurnalis ini.

Hingga berita ini terbit dan menjadi konsumsi publik, belum ad tanggapan dari Polres Sampang terkait Kapolresnya yang sampai menyebut sistem Negara Republik Indonesia. (REDJAVA)

Berita Terkait

Bangun Hubungan yang Lebih Terbuka, Kapolresta Sumenep Sambangi KJS dan PWI, Perkuat Sinergi dengan Insan Pers
Hadiri Turnamen Bola Kasti HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, Staf Ahli Bupati Sumenep: Olahraga Tradisional Harus Terus Hidup
HUT Ke-60 Korem 084 Jadi Momentum Kebangkitan Bola Kasti di Sumenep, Dandim Sampaikan Pesan Ini
Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Sumenep Hadirkan Police Goes to School di MAN Sumenep
Harkopnas 2026, Bupati Sumenep Tegaskan Koperasi Modern Kunci Kemajuan UMKM
Moh. Ramli: Harkopnas 2026 Perkuat Peran Koperasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Prestasi Membanggakan, KPRI RSUD Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat di Hari Koperasi ke-79
Penjual Tahu Bulat Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Desa Gunggung, Ini Hasil Penyelidikan Awal Polisi

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:31 WIB

Bangun Hubungan yang Lebih Terbuka, Kapolresta Sumenep Sambangi KJS dan PWI, Perkuat Sinergi dengan Insan Pers

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:29 WIB

Hadiri Turnamen Bola Kasti HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, Staf Ahli Bupati Sumenep: Olahraga Tradisional Harus Terus Hidup

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:12 WIB

HUT Ke-60 Korem 084 Jadi Momentum Kebangkitan Bola Kasti di Sumenep, Dandim Sampaikan Pesan Ini

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:41 WIB

Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Sumenep Hadirkan Police Goes to School di MAN Sumenep

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:31 WIB

Moh. Ramli: Harkopnas 2026 Perkuat Peran Koperasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Berita Terbaru