MUI Sumenep Gelar Lokakarya Penentuan Awal Bulan Hijriyah: Menuju Unifikasi Kalender Islam di Indonesia

Sabtu, 22 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sumenep Menggelar Lokakarya

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sumenep Menggelar Lokakarya

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Penentuan awal bulan Hijriyah kerap menjadi perdebatan di Indonesia, terutama dalam menyambut bulan suci Ramadan dan Hari Raya.

Untuk menjawab tantangan ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sumenep menggelar lokakarya bertajuk “Penguatan Wawasan Penentuan Awal Bulan Hijriyah Berbasis Kriteria Baru MABIMS”, Sabtu (22/02/2025).

Acara ini berlangsung di Gedung Workshop MAN Sumenep dan dihadiri oleh berbagai elemen, termasuk MUI, pondok pesantren, organisasi keagamaan, akademisi, RRI, BMKG, bagian Kesra Setda Sumenep, serta Kementerian Agama (Kemenag).

Ketua Umum MUI Sumenep, KH Moh. Shaleh A. Rahman, menegaskan bahwa pemahaman terhadap kriteria baru MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) sangat penting untuk menghindari perbedaan yang kerap terjadi dalam penentuan awal bulan Hijriyah.

“Kami ingin membangun pemahaman yang lebih baik agar tidak ada lagi perpecahan dalam menentukan awal bulan Hijriyah. Kriteria baru ini merupakan hasil kajian mendalam dan diharapkan dapat menyatukan metode penanggalan Islam di kawasan Asia Tenggara,” ujar KH Shaleh.

Narasumber utama dalam lokakarya ini, Dr. KH Ach. Mulyadi, M.Ag., yang juga merupakan Wakil Dekan 1 Fakultas Syariah IAIN Madura, menjelaskan bahwa sejak 2022, Indonesia mulai menerapkan kriteria baru MABIMS sebagai pedoman resmi dalam menentukan awal bulan Hijriyah.

“Dulu, kriteria hilal di Indonesia adalah ketinggian minimal 2 derajat, elongasi 3 derajat, dan umur bulan 8 jam. Kini, kriteria itu diperbarui menjadi ketinggian minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Ini berdasarkan kesepakatan Menteri Agama MABIMS pada tahun 2021,” jelasnya.

Dr. Mulyadi juga menyoroti dua pendekatan utama dalam fikih Islam mengenai rukyat, yaitu rukyat global dan rukyat lokal. Mazhab Hanafi, Maliki, dan Hambali lebih condong kepada rukyat global, sementara Mazhab Syafi’i lebih menitikberatkan pada rukyat lokal dengan radius pengamatan sekitar 120 km.

“Dengan pemahaman yang lebih baik terhadap kriteria baru ini, kita dapat mengurangi perbedaan yang selama ini terjadi dan lebih mengutamakan persatuan umat,” tegasnya.

Acara ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam membangun kesadaran kolektif terkait metode penentuan awal bulan Hijriyah yang lebih akurat dan ilmiah. Para peserta dari berbagai kalangan terlihat antusias dalam sesi diskusi, menunjukkan bahwa isu ini sangat relevan dan perlu terus dikaji lebih mendalam.

Baca Juga :  Camat Pragaan Sebut Kehadiran Pangdam Kodam V/Brawijaya Motivasi Besar bagi Masyarakat

KH Shaleh menegaskan bahwa MUI Sumenep akan terus berperan aktif dalam menyosialisasikan kriteria baru ini kepada masyarakat luas.

“Kami berharap, dengan pemahaman yang lebih mendalam, kita bisa saling menghormati perbedaan dan menjadikan ini sebagai momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah.” ungkap Kiai Saleh.

Lokakarya ini menjadi langkah maju dalam mewujudkan unifikasi kalender Islam, sekaligus menjawab tantangan yang selama ini menjadi sumber polemik di Indonesia.

Baca Juga :  KBS Sumenep Tebar Kepedulian di Simpang Tiga Mapolres, 110 Nasi Bungkus Mengalirkan Hangatnya Solidaritas

Kini, harapannya, perbedaan dalam penentuan awal bulan Hijriyah bukan lagi menjadi pemisah, melainkan perekat persatuan umat Islam. (REDJAVA****)

Berita Terkait

Hadiri Turnamen Bola Kasti HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, Staf Ahli Bupati Sumenep: Olahraga Tradisional Harus Terus Hidup
HUT Ke-60 Korem 084 Jadi Momentum Kebangkitan Bola Kasti di Sumenep, Dandim Sampaikan Pesan Ini
Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Sumenep Hadirkan Police Goes to School di MAN Sumenep
Harkopnas 2026, Bupati Sumenep Tegaskan Koperasi Modern Kunci Kemajuan UMKM
Moh. Ramli: Harkopnas 2026 Perkuat Peran Koperasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Prestasi Membanggakan, KPRI RSUD Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat di Hari Koperasi ke-79
Penjual Tahu Bulat Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Desa Gunggung, Ini Hasil Penyelidikan Awal Polisi
BMKG: Mayoritas Jawa Timur Cerah, Sumenep Jadi Wilayah yang Perlu Waspadai Angin Kencang

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:29 WIB

Hadiri Turnamen Bola Kasti HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, Staf Ahli Bupati Sumenep: Olahraga Tradisional Harus Terus Hidup

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:12 WIB

HUT Ke-60 Korem 084 Jadi Momentum Kebangkitan Bola Kasti di Sumenep, Dandim Sampaikan Pesan Ini

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:41 WIB

Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Sumenep Hadirkan Police Goes to School di MAN Sumenep

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:48 WIB

Harkopnas 2026, Bupati Sumenep Tegaskan Koperasi Modern Kunci Kemajuan UMKM

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:02 WIB

Prestasi Membanggakan, KPRI RSUD Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat di Hari Koperasi ke-79

Berita Terbaru