JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) mengingatkan masyarakat untuk memastikan keamanan rumah sebelum ditinggalkan saat momentum mudik.
Imbauan ini menjadi bagian dari kampanye pelayanan publik bertajuk “Mudik Nyaman Bersama” yang menekankan pentingnya kewaspadaan guna mencegah risiko kejahatan maupun kecelakaan domestik.
Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H.,M.H., menegaskan bahwa keamanan rumah merupakan tanggung jawab bersama yang tidak boleh diabaikan, terutama saat rumah dalam kondisi kosong selama beberapa hari.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Momentum mudik adalah tradisi yang sangat baik, tetapi masyarakat harus tetap waspada. Pastikan rumah dalam kondisi aman, mulai dari pintu, jendela, hingga sistem pengamanan lainnya,” ujar Bupati Fauzi dalam keterangannya, Jumat (20/03/2025).
Ia juga menambahkan, langkah sederhana seperti memastikan kunci terpasang dengan baik dan tidak meninggalkan tanda rumah kosong dapat meminimalisasi potensi tindak kriminal.
“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih teliti. Hal-hal kecil seperti membersihkan jejak keberadaan atau tidak menumpuk surat dan barang di depan rumah bisa menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan,” tambahnya.
Dalam pamflet resmi yang disebarkan, Pemkab Sumenep merinci sejumlah langkah preventif, di antaranya memastikan seluruh akses rumah terkunci, mematikan aliran listrik dan air guna menghindari kebocoran atau korsleting, serta menyimpan barang berharga di tempat aman.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk meninggalkan kontak darurat kepada tetangga atau keluarga terdekat serta menginformasikan kepergian mereka agar lingkungan sekitar dapat ikut membantu melakukan pengawasan.
Sementara itu Wakil Bupati Sumenep, Imam Hasyim, S.H.,M.H., menekankan pentingnya peran sosial masyarakat dalam menciptakan rasa aman selama musim mudik.
“Kepedulian antarwarga sangat dibutuhkan. Dengan saling memberi informasi kepada tetangga, maka potensi gangguan keamanan bisa ditekan. Ini bentuk gotong royong yang harus terus kita jaga,” kata Imam Hasyim.
Pemerintah daerah berharap, melalui edukasi ini masyarakat tidak hanya fokus pada perjalanan mudik, tetapi juga memastikan kondisi rumah tetap aman dan terkendali. Dengan begitu, warga dapat merayakan hari raya dengan tenang tanpa kekhawatiran saat kembali ke rumah. (REDJAVA****)










