JAVANETWORK.CO.ID SUMENEP — Udara pagi yang segar menjadi saksi semangat luar biasa para siswa SDN Pakandangan, Desa Sangrah, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, saat mereka memulai hari kedua Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Kegiatan dibuka dengan SAIH: Senam Anak Indonesia Hebat, yang memantik energi dan tawa ceria dari seluruh siswa, terutama peserta didik baru yang baru saja melangkah ke dunia sekolah dasar.
Namun, MPLS di SDN Pakandangan tak berhenti di gerak tubuh. Di balik canda dan peluh, tersembunyi misi besar: menanamkan karakter dan membangun budaya sekolah sejak hari pertama.
Hari kedua menjadi ajang pembelajaran penting bagi siswa tentang bagaimana menjadi bagian dari komunitas belajar yang sehat, tertib, dan bertanggung jawab.
Dalam kegiatan ini, siswa diajak menyusun kesepakatan kelas, sebuah bentuk kesadaran kolektif di mana aturan bukan dipaksakan, melainkan disepakati bersama.
Ini adalah langkah awal menuju demokrasi kecil dalam kelas, di mana suara setiap anak dihargai.
Selanjutnya, anak-anak dikenalkan pada struktur organisasi kelas. Di sinilah mereka belajar bahwa setiap individu punya peran.
Ketua kelas bukan sekadar jabatan, tapi pemimpin yang dipercaya. Bendahara bukan hanya pengelola kas, tapi penjaga kejujuran. Semua posisi mengajarkan nilai, bukan sekadar nama.

Kegiatan hari ini juga mencakup penyusunan jadwal piket, yang meskipun tampak sederhana, menyimpan makna besar.
Di sinilah mereka belajar tanggung jawab kolektif dan pentingnya menjaga kebersihan sebagai bentuk cinta terhadap lingkungan sekolah.
Bagi siswa kelas 1, MPLS dikemas lebih menyenangkan. Mereka diajak bermain sambil mengenal sarana dan prasarana sekolah, mulai dari ruang kelas, perpustakaan, kamar mandi, hingga lapangan bermain.
Dengan pendekatan ini, anak-anak tidak hanya mengenal tempat, tetapi juga membangun rasa aman dan nyaman berada di dalamnya.
Kepala SDN Pakandangan Sangrah, Susilawati, S.Pd, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian MPLS dirancang dengan pendekatan yang edukatif, menyenangkan, dan berorientasi pada pembentukan karakter sejak dini.
“MPLS bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum untuk menanam benih kebaikan dalam jiwa anak-anak. Di sinilah mereka belajar bukan hanya apa itu sekolah, tapi bagaimana menjadi bagian dari sekolah. Kami ingin mereka tumbuh tidak hanya menjadi siswa yang cerdas secara akademis, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai moral dan sosial,” tutur Susilawati. Selasa (15/07/2025).
Lebih jauh, ia menekankan bahwa lingkungan sekolah harus menjadi tempat yang menggembirakan bagi anak-anak. Ketika mereka merasa diterima, dihargai, dan dilibatkan, maka proses belajar akan tumbuh secara alami.
“Kami ingin SDN Pakandangan Sangrah menjadi rumah tumbuhnya generasi hebat. Generasi yang tidak hanya mengukir prestasi, tapi juga memiliki hati yang peduli, jiwa yang tangguh, dan semangat yang tak pernah padam,” pungkasnya. (REDJAVA****)











