JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Puasa pertama Ramadan 1447 Hijriah menjadi panggung refleksi sekaligus konsolidasi bagi Pemerintah Kabupaten Sumenep.
Di tengah suasana religius yang menyelimuti Sumenep, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengumpulkan seluruh jajaran strategisnya dalam agenda buka puasa bersama di Pendopo Keraton Sumenep, Kamis (19/2/2026).
Acara tersebut dihadiri para kepala OPD, camat se-Kabupaten Sumenep, hingga jajaran Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Sumenep. Namun lebih dari sekadar seremoni berbuka, pertemuan itu menjadi momentum memperkuat soliditas birokrasi di awal Ramadan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H.,M.H., menegaskan bahwa Ramadan harus dimaknai lebih dari sekadar ritual tahunan.

“Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga. Ini adalah momentum memperkuat integritas, mempererat silaturahmi, dan menyatukan langkah dalam membangun Sumenep,” Kata Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H di sela kegiatan.
Menurutnya, kebersamaan antarperangkat daerah menjadi fondasi utama dalam menjalankan roda pemerintahan yang efektif. Ia menilai, sinergi yang kuat akan berdampak langsung pada kualitas pelayanan publik.
“Kita ingin seluruh OPD, para camat, dan Baznas bergerak dalam satu frekuensi. Jika solid, program pembangunan akan lebih tepat sasaran dan benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya dengan tegas.
Agenda buka puasa itu juga diawali dengan pemaparan capaian dan prosentase pengentasan kemiskinan di Kabupaten Sumenep. Data tersebut menjadi bahan evaluasi sekaligus pemantik diskusi internal untuk memperkuat strategi pembangunan ke depan.

Lebih lanjut orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep itu menekankan bahwa nilai-nilai Ramadan harus menjadi energi moral bagi aparatur sipil negara dalam menjalankan amanah.
“Semangat keikhlasan, kepedulian, dan kebersamaan yang diajarkan Ramadan harus kita implementasikan dalam pelayanan. Pemerintah hadir bukan untuk dilayani, tetapi untuk melayani masyarakat dengan sepenuh hati,” pungkasnya.
Suasana khidmat terasa saat doa bersama dipanjatkan menjelang azan Magrib. Kebersamaan yang terjalin dalam satu meja sederhana di Pendopo Keraton menjadi simbol bahwa koordinasi dan komunikasi tetap menjadi kunci membangun daerah.
Melalui momentum ini, Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap Ramadan menjadi titik penguat solidaritas birokrasi, sekaligus pendorong lahirnya kebijakan yang lebih responsif dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. (REDJAVA****)









