Milad Kesti TTKKDH ke-79, Kapolri ini Warisan Leluhur Yang Wajib Dilestarikan Generasi Muda

Minggu, 9 Oktober 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolri Jenderal Polisi Drs Listyo Sigit Prabowo MSi Saat Bersama Ketum Kesti TTKDH

Kapolri Jenderal Polisi Drs Listyo Sigit Prabowo MSi Saat Bersama Ketum Kesti TTKDH

JAVANETWORK.CO.ID.JAKARTA – Peringatan hari lahir atau Milad Kesenian Tari Tjimande Kolot Kebon Djeruk Hilir (Kesti TTKKDH) ke-79 digelar secara akbar di Stadion Madya, Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Sabtu malam (8 Oktober 2022).

Kapolri Jenderal Polisi Drs Listyo Sigit Prabowo MSi mengatakan, kesenian tari Tjimande Kolot Kebon Djeruk Hilir adalah warisan budaya leluhur.

“Ketika dikenal di Banten, kita harapkan dibawa ke internasional. Kedepan tidak hanya di 8 provinsi, tetapi bisa di 34 provinsi,” ujar Kapolri Jenderal Drs Listyo Sigit Prabowo MSi.

Terkait penghargaan UNESCO bidang budaya, menurut dia, jangan hanya di bidang seni budaya saja. Tetapi atlet bisa meraih prestasi di ajang nasional dan internasional dari Kesti TTKKDH

Baca Juga :  Di Bluto, Guru TK Dibekali Jurus Psikologi Positif: Kata Guru Menentukan Masa Depan Anak

“Generasi muda harus melanjutkan seni budaya Kesti TTKKDH, harus terus dijaga, dilatih dan dibesarkan,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Ketua DPP Kesti TTKKDH Wahyu Nurjamil mengatakan, pada milad TTKKDH ke 70 tahun menampilkan beragam kegiatan. Dan perayaan tahun berbeda dengan tahun sebelumnya.

“Kami ingin milad ke 70 Kesti TTKKDH diangkat ke level nasional,” ujarnya

Rangkaian Milad kali ini beragam pertunjukan, dari pentas budaya KESTI TTKKDH Kampung Jawara KESTI TTKKDH, laskar urutan Cimande, pengobatan alternatif hingga penampakan golok raksasa Ciomas dan paku raksasa Al Madad serta pertunjukan Debus.

Puncaknya digelar ritual keceran Tjimande yang merupakan tradisi Kesti TTKKDH dengan menampilkan seni bela diri Pencak Silat.

Baca Juga :  WBP Rutan Sumenep Dapat Sertifikat Plus Uang Pembinaan dari Program Pelatihan Bakery

Untuk diketahui KESTI TTKKDH merupakan Organisasi atau perguruan yang bergerak di bidang seni dan budaya pencak silat yang beraliran cimande.

Di bentuk sejak tahun 1952 dengan anggota sebanyak 6 juta yang tersebar di berbagai penjuru wilayah Indonesia maupun di mancanegara.

“Keluarga KESTI TTKKDH sangat menjaga tradisi yang diwariskan oleh para kasepuhan Cimande, sehingga sampai saat ini budaya leluhur masih terus terjaga dan lestari Kelid, Tari Kolot, Urutan dan Keceran dari sejak cimande berdiri ratusan tahun silam,” ungkapnya.

Keceran adalah kegiatan tradisi ritual yang dilaksanakan setahun sekali di setiap bulan maulid oleh keluarga Cimande. Tradisi keceran Kesti TTKKDH adalah tradisi ditetesinya mata, hidung dan mulut anggota perguruan Kesti TTKKDH oleh air khusus yang telah diberikan doa-doa oleh para sesepuh perguruan tersebut.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Gelar Pertemuan Dengan Tokoh Agama dan Tokoh Adat Kalimantan Selatan

Usai ditetesi air khusus tersebut, anggota perguruan kemudian melakukan ritual rujakan dimana mereka memakan atau meminum khusus yang terdiri dari 7 macam untuk setiap makanan dan minumannya.

Terakhir para anggota perguruan melakukan ritual gembrungan atau saling memijit tangan dan kaki yang sering mereka pergunakan untuk bertarung. Tidak sampai di situ, ritual keceran ini ditutup dengan aksi pencak silat khas TTKDH yang diiringi alat musik tradisional pencak silat. (REDJAVA/FRN****)

Berita Terkait

Transformasi ASN Sumenep: Bupati Fauzi Luncurkan Aplikasi SIMANTRA demi Layanan Publik Unggul
Rakercab Pramuka Sumenep 2026, Bupati Fauzi Soroti Ancaman Media Sosial bagi Anak
Perkuat Tata Kelola Hibah, Dinsos P3A Sumenep Gelar Sosialisasi LPJ Bagi Lembaga Keagamaan dan Ormas
Helmi Art Museum Dukung Pengembangan Keris Sumenep, Siap Jaga Warisan Budaya Leluhur
Sensus 2026 hingga SILAPOR 112, Ini 3 Instruksi Penting Kepala Diskominfo Sumenep ke ASN
Wejangan Bupati Fauzi saat Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kloter 77-81
Momentum Hari Asyura, Koramil Sapudi dan Masjid Baitul Bilad Sumenep Basuh Air Mata Anak Yatim
Berburu Bumbu Masak Instan di Pasar Jangara: Solusi Praktis, Murah dan Ramah di Kantong

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 19:41 WIB

Transformasi ASN Sumenep: Bupati Fauzi Luncurkan Aplikasi SIMANTRA demi Layanan Publik Unggul

Senin, 22 Juni 2026 - 17:19 WIB

Rakercab Pramuka Sumenep 2026, Bupati Fauzi Soroti Ancaman Media Sosial bagi Anak

Senin, 22 Juni 2026 - 17:00 WIB

Perkuat Tata Kelola Hibah, Dinsos P3A Sumenep Gelar Sosialisasi LPJ Bagi Lembaga Keagamaan dan Ormas

Senin, 22 Juni 2026 - 11:57 WIB

Helmi Art Museum Dukung Pengembangan Keris Sumenep, Siap Jaga Warisan Budaya Leluhur

Senin, 22 Juni 2026 - 10:40 WIB

Sensus 2026 hingga SILAPOR 112, Ini 3 Instruksi Penting Kepala Diskominfo Sumenep ke ASN

Berita Terbaru