JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP — Peringatan Hari Milad ke-63 yang digelar di Rumah Dinas Wakil Bupati Sumenep berlangsung khidmat dan sarat makna.
Acara tersebut dihadiri seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), menjadi momentum refleksi spiritual sekaligus peneguhan etos pengabdian.

Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim, S.H., M.H. menegaskan bahwa bertambahnya usia sejatinya bukan sekadar hitungan waktu, melainkan pengingat akan tanggung jawab manusia kepada Sang Pencipta.
“Bertambahnya umur sejatinya adalah pengingat bahwa batas usia yang ditetapkan Allah semakin dekat. Karena itu, kualitas amal ibadah harus terus kita tingkatkan,” kata KH. Imam Hasyim.
Dalam menyongsong Tahun Baru, ia menekankan pentingnya pembaruan semangat kerja di seluruh lini pemerintahan, tanpa meninggalkan nilai spiritual dan etika sosial.
“Tahun baru harus diiringi dengan gairah kerja yang baru, namun tetap konsisten menjaga hubungan vertikal kepada Allah dan hubungan horizontal antarsesama manusia,” tegasnya.
Menurutnya, jabatan bukanlah simbol kekuasaan, melainkan amanah besar yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban, tidak hanya di hadapan publik, tetapi juga di hadapan Tuhan.
“Setiap jabatan mengandung tanggung jawab sumpah jabatan, dan yang paling utama adalah pertanggungjawaban kepada Allah SWT atas seluruh tindakan dan kebijakan yang kita ambil,” ujar Wabup.
KH. Imam Hasyim juga menyampaikan harapan besar agar Sumenep terus bergerak menuju pemerintahan yang bersih dan berpihak pada kesejahteraan rakyat.
“Insyaallah, dengan niat yang lurus dan kerja yang jujur, Sumenep akan menjadi kabupaten yang bersih, makmur, dan sejahtera,” pungkasnya.
Peringatan Milad ini menjadi penanda bahwa pembangunan Sumenep tidak hanya berorientasi pada capaian administratif, tetapi juga berakar pada nilai moral, integritas, dan tanggung jawab ilahiah. (REDJAVA****)















