JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Matahari siang bersinar terik di langit Kota Sumenep, Selasa, 18 Maret 2025. Namun, di sepanjang Jl. Jenderal A. Yani hingga Jl. Urip Sumoharjo, ribuan abang becak tetap setia menanti.
Bukan penumpang yang mereka tunggu, melainkan uluran tangan kebaikan dari seorang tokoh yang namanya telah lama melekat di hati rakyat kecil MH. Said Abdullah.
Politikus senior PDI Perjuangan itu tiba dengan senyum khasnya, mengenakan kemeja lengan pendek berwarna merah, putih, dan hitam.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkahnya tegap, tetapi penuh kehangatan saat menjabat tangan para pengayuh becak yang telah berjejer rapi.
Tak sekadar berjabat tangan, ia juga menyerahkan bingkisan sembako yang berisi beras, gula, minyak goreng, serta sejumlah uang tunai.
“Ini bukan sesuatu yang baru. Sejak 2007, setiap Ramadan, saya selalu berbagi kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan. Alhamdulillah, hari ini saya bisa menyerahkannya langsung,” ujar Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI itu dengan nada tulus.
Sebanyak 3.000 paket sembako diberikan dalam aksi sosial ini. Bagi sebagian orang, mungkin bingkisan ini sekadar bantuan biasa.
Namun, bagi abang becak, ini adalah napas tambahan di tengah roda kehidupan yang semakin sulit ditebak.
“Alhamdulillah, terima kasih Pak Said atas bantuannya. Semoga amal ibadahnya diterima,” ungkap Saleh, seorang pengayuh becak, dengan mata berbinar.
Bukan hanya soal bantuan, bagi Said Abdullah, aksi ini adalah wujud nyata solidaritas sosial.
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur itu berharap, apa yang ia lakukan bisa menjadi pemantik bagi lebih banyak orang yang memiliki kelebihan rezeki untuk berbagi kepada sesama.
“Saya ingin ini menjadi pengingat bahwa berbagi tidak harus menunggu kaya. Kepedulian adalah jalan kita untuk memperkuat ikatan sosial,” tambahnya.
Acara berlangsung dengan tertib. Tak ada kericuhan, tak ada dorong-dorongan. Semua berjalan dalam harmoni.
Para abang becak yang telah menerima bingkisan pun perlahan kembali mengayuh sepedanya, menyusuri jalanan kota dengan semangat baru.
Di tengah hiruk-pikuk dunia politik, di antara riuh rendah ambisi dan kepentingan, Said Abdullah menunjukkan bahwa kekuasaan sejati adalah ketika seorang pemimpin tetap berpihak kepada rakyat kecil.
Hari itu, Sumenep tak hanya menjadi saksi pembagian sembako. Kota ini juga menjadi saksi bahwa di tengah arus kehidupan yang kian sulit, masih ada tangan yang tak segan berbagi, masih ada hati yang tetap memilih peduli. (REDJAVA****)








