JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pemkab Melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sumenep menutup rangkaian kegiatan VIRAL SUMENEP 2025 dengan agenda besar bertajuk Jalan-Jalan Sehat (JJS) bersama Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, yang akan digelar Minggu pagi (26/10/2025) di sisi timur Taman Adipura Sumenep.
Kegiatan yang menjadi puncak dari empat sesi Capacity Building ini akan diramaikan dengan pembagian puluhan doorprize, penghargaan bagi pemenang lomba video pendek, dan kampanye kesadaran pajak digital di tengah masyarakat.
Kepala Bapenda Sumenep, Faruk Hanafi, S.Sos., M.Si., melalui Kabid P3EPD, Suhermanto, S.E., M.E., menyebut kegiatan ini sebagai wujud nyata transformasi pelayanan publik berbasis teknologi dan pendekatan sosial yang humanis.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami ingin masyarakat merasakan bahwa membayar pajak kini jauh lebih mudah, transparan, dan menyenangkan. Pajak tidak lagi dianggap beban, tapi bentuk nyata partisipasi dalam membangun daerah,” kata Suhermanto kepada media ini, Sabtu (25/10/2025).
Selama sepekan, Bapenda Sumenep menggelar empat sesi Capacity Building yang dimulai sejak Senin (20/10/2025) hingga Sabtu (25/10/2025).
Materinya meliputi pembayaran pajak online, retribusi kesehatan berbasis QRIS hasil kolaborasi dengan Bank Jatim Cabang Sumenep, dan seminar digitalisasi keuangan daerah di Pesantren UNIBA Madura.
“Empat sesi tersebut kami desain untuk memperkuat kapasitas aparatur sekaligus meningkatkan literasi digital di bidang keuangan daerah. Tujuannya agar tata kelola pajak dan retribusi menjadi lebih modern dan akuntabel,” jelas Suhermanto.
Menurutnya, digitalisasi pajak daerah bukan sekadar urusan sistem atau teknologi, melainkan gerakan perubahan budaya kerja di tubuh pemerintah daerah.
“Digitalisasi pajak bukan sekadar sistem, tapi gerakan bersama. Ini soal membangun budaya baru di mana semua pihak ASN, pelaku usaha, hingga masyarakat ikut menjadi bagian dari perubahan menuju transparansi,” tegasnya.
Bapenda Sumenep, lanjutnya, terus memperluas kerja sama strategis dengan sektor perbankan, terutama dengan Bank Jatim, untuk memastikan sistem pembayaran pajak dan retribusi bisa diakses dengan mudah oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Melalui QRIS, kini pembayaran retribusi pelayanan kesehatan bisa dilakukan cukup dengan sekali pindai. Praktis, cepat, dan bebas risiko. Kami ingin semua layanan publik di Sumenep mengarah ke sistem nontunai seperti ini,” ungkap Suhermanto.
Selain edukasi aparatur, Bapenda juga memberi ruang bagi masyarakat muda untuk ikut berperan. Salah satunya melalui kompetisi video pendek yang sukses menarik partisipasi kreator lokal.
“Kami sangat mengapresiasi para peserta lomba video pendek. Mereka membuktikan bahwa edukasi pajak bisa dikemas dengan cara kreatif, ringan, dan menginspirasi. Ini pendekatan yang sangat efektif,” ujarnya.
Ia menambahkan, puncak acara VIRAL SUMENEP 2025 yang akan digelar besok bukan hanya ajang olahraga bersama, melainkan momentum kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam memperkuat semangat smart city di bidang keuangan daerah.
“Jalan Sehat ini bukan sekadar hiburan. Ini simbol dari perjalanan panjang kita menuju sistem pajak digital yang efisien, transparan, dan berpihak pada kepentingan publik,” tutup Suhermanto.
Dengan berakhirnya rangkaian VIRAL SUMENEP 2025, Bapenda menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat inovasi digital, memperluas jangkauan edukasi, dan menghadirkan pelayanan pajak daerah yang semakin dekat dengan masyarakat. (REDJAVA****)








