Menuju Tanah Suci: Semangat Ratusan CJH Sumenep Menggelora dalam Manasik Haji Nasional Virtual

Sabtu, 19 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menuju Tanah Suci: Semangat Ratusan CJH Sumenep Menggelora dalam Manasik Haji Nasional Virtual

Menuju Tanah Suci: Semangat Ratusan CJH Sumenep Menggelora dalam Manasik Haji Nasional Virtual

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Sabtu pagi, 19 April 2025. Mentari baru saja menyentuh pucuk-pucuk pohon di kota keraton ini.

Namun, di dalam Aula Al-Ikhlas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, suasana terasa berbeda.

Ada gelombang semangat, ketulusan, dan getar spiritual yang mengisi ruang itu.

Ratusan Calon Jemaah Haji (CJH) dari penjuru Kabupaten Sumenep berkumpul, bukan untuk kegiatan biasa.

Mereka hadir dalam Manasik Haji Nasional secara daring, yang diselenggarakan serentak oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Sebuah momentum langka, monumental, dan penuh makna.

Meski dilakukan melalui platform Zoom Meeting, tidak ada yang terasa virtual dari semangat para jemaah.

Sorot mata mereka menandakan kesiapan jiwa. Raut wajah mereka menunjukkan keteguhan hati.

Mereka datang dengan pakaian bersih dan hati yang lebih bersih. Mereka ingin belajar, menyerap, dan menapaki langkah awal menuju puncak spiritual umat Islam: menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.

Baca Juga :  Merajut Integritas dan Profesionalisme Guru: Kolaborasi DPKS, Sekda, dan Disdik Sumenep untuk Masa Depan Pendidikan

Kepala Kantor Kemenag Sumenep, Abdul Wasid, yang sejak pagi menyambut dan memantau langsung jalannya kegiatan, menyampaikan betapa besar harapan yang dititipkan kepada para calon tamu Allah tersebut.

“Ini bukan sekadar manasik. Ini adalah proses pemurnian niat. Kita semua tahu, haji bukan hanya perjalanan jauh, tapi perjalanan jiwa. Dan hari ini adalah awal dari perjalanan itu,” ujar Abdul Wasid dalam sambutan pembukaannya, penuh kehangatan namun sarat makna.

Ia menambahkan bahwa pembekalan nasional ini menjadi pengingat penting bagi para CJH bahwa haji menuntut lebih dari sekadar kekuatan fisik.

Pihaknya menuntut pemahaman, keikhlasan, dan adab.

“Kami ingin para jemaah memahami bahwa ibadah haji tidak hanya tentang rukun-rukun yang harus ditunaikan, tetapi juga tentang akhlak yang harus dijaga, kesabaran yang harus dipelihara, dan rasa syukur yang harus terus diasah,” tambahnya.

Manasik virtual ini, lanjutnya, adalah bentuk adaptasi teknologi yang tak mengurangi makna spiritual.

Baca Juga :  Perayaan Tahun Baru Hijriyah Dicetuskan Oleh Khalifah Umar Bin Khattab, Wahabi : "Bid'ah Tuh."

Justru sebaliknya teknologi menjadi wasilah (perantara) untuk menghadirkan pembinaan haji yang merata, terstruktur, dan menyeluruh di seluruh Indonesia, hingga ke pelosok-pelosok daerah seperti Sumenep.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber nasional dengan kompetensi tinggi, membahas secara mendalam mulai dari tata cara thawaf, sai, wukuf di Arafah, lempar jumrah, hingga nilai-nilai sosial dan keumatan yang terkandung dalam ibadah haji.

Para CJH tampak serius mengikuti materi, mencatat, bertanya, dan berdiskusi.

Tak sedikit pula yang terharu saat pemateri menyinggung momen-momen sakral selama pelaksanaan ibadah, terutama saat wukuf di Arafah dan mencium Hajar Aswad.

“Rasanya seperti sudah berada di sana,” bisik seorang jemaah dengan mata berkaca-kaca.

Abdul Wasid menyatakan, antusiasme jemaah hari ini adalah cerminan kesiapan kolektif masyarakat Sumenep dalam menyambut panggilan Allah.

“Kami di Kementerian Agama Sumenep tidak ingin jemaah hanya berangkat dan pulang. Kami ingin mereka pulang sebagai pribadi yang baru—lebih sabar, lebih bersyukur, dan lebih dekat dengan Tuhannya. Dan itu dimulai dari keseriusan mereka dalam manasik hari ini,” pungkasnya.

Tak hanya menjadi titik awal pembekalan, kegiatan ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi dan penguatan ukhuwah islamiyah antarjemaah, yang kelak akan menjadi kekuatan bersama dalam menjalani prosesi panjang di Tanah Suci. (REDJAVA/Ss****)

Baca Juga :  Momen Teristimewa di Hari Lebaran, Bisa Bertemu Saling Mengunjungi dan Memaafkan

Berita Terkait

Perpisahan SDN Pajagalan II Tak Sekadar Seremoni, Kadisdik Sumenep Tekankan Pentingnya Akhlak dan Prestasi
1.000 Dhamar Kambang Terangi Pembukaan HIMAGHA 33, Ghayatul Anwar Satukan Tradisi dan Pendidikan Generasi
Yonif TP 931/KJ Peringati Tahun Baru Islam 1448 H, Danyon Ajak Prajurit Hijrah Menuju Profesionalisme dan Pengabdian Terbaik untuk Bangsa
Doa Bersama 1 Muharram 1448 H di Masjid Nabawi Jadi Momen Spiritual Jamaah Haji Sumenep
Simpan Sabu dalam Songkok, Warga Dasuk Sumenep Diciduk Polisi
BBM Non-Subsidi Naik, Akademisi UTM Ingatkan Ancaman Inflasi hingga Stagflasi di Madura
Hijrah Menuju Kemajuan, Bupati Fauzi Ajak Generasi Muda Sumenep Perkuat Karakter dan Kompetensi
Camat Dasuk Lantik Anggota BPD PAW Desa Slopeng, Perkuat Sinergi dan Pengawasan Pemerintahan Desa

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:54 WIB

Perpisahan SDN Pajagalan II Tak Sekadar Seremoni, Kadisdik Sumenep Tekankan Pentingnya Akhlak dan Prestasi

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:31 WIB

1.000 Dhamar Kambang Terangi Pembukaan HIMAGHA 33, Ghayatul Anwar Satukan Tradisi dan Pendidikan Generasi

Selasa, 16 Juni 2026 - 16:36 WIB

Yonif TP 931/KJ Peringati Tahun Baru Islam 1448 H, Danyon Ajak Prajurit Hijrah Menuju Profesionalisme dan Pengabdian Terbaik untuk Bangsa

Selasa, 16 Juni 2026 - 15:34 WIB

Doa Bersama 1 Muharram 1448 H di Masjid Nabawi Jadi Momen Spiritual Jamaah Haji Sumenep

Selasa, 16 Juni 2026 - 12:09 WIB

Simpan Sabu dalam Songkok, Warga Dasuk Sumenep Diciduk Polisi

Berita Terbaru

Ilustrasi Penangkapan Pelaku Narkoba

Gaya Hidup

Simpan Sabu dalam Songkok, Warga Dasuk Sumenep Diciduk Polisi

Selasa, 16 Jun 2026 - 12:09 WIB