JAVANETWORK.CO.ID.MADURA – Tingginya angka kemiskinan di Madura kembali menjadi sorotan tajam. Empat kabupaten di Pulau Garam tersebut — Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep masih berada di daftar 10 besar daerah termiskin di Jawa Timur.
Dr. Jakfar Sadik, S.E., M.E., pengamat ekonomi dan dosen Universitas Trunojoyo Madura (UTM), yang juga putra asli Saronggi, Sumenep, menyerukan perlunya langkah revolusioner untuk membalikkan keadaan ini.
“Berdasarkan data BPS tahun 2024, tingkat kemiskinan di Bangkalan mencapai 18,66 persen, Sampang 20,83 persen, Pamekasan 13,41 persen, dan Sumenep 17,08 persen. Ini jauh di atas rata-rata provinsi yang hanya 9,56 persen,” kata Jakfar, Senin (28/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, Madura harus mengoptimalkan potensi lokal, khususnya sektor pertanian, dengan penerapan teknologi modern untuk meningkatkan produktivitas.
Tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan lahan subur, ketergantungan pada curah hujan, dan penggunaan teknik pertanian tradisional yang kurang efisien.
“Kita tidak bisa lagi mengandalkan pola lama. Sentuhan teknologi akan menjadi game changer,” tegasnya.
Jakfar juga menyoroti persoalan serius lainnya: banyaknya anak muda Madura berbakat yang memilih berkarier di luar pulau, sehingga memperlemah struktur ekonomi desa.
Sebagai putra daerah dan alumni SMANSA 93 Sumenep, ia menaruh harapan besar untuk perubahan nyata di tanah kelahirannya.
Ia menekankan pentingnya investasi di sektor pertanian modern, pelatihan berbasis teknologi, dan penciptaan iklim usaha yang menarik bagi generasi muda.
“Madura harus berani berubah. Sudah waktunya Madura bangkit sebagai kekuatan ekonomi baru,” pungkasnya penuh semangat. (REDJAVA****)










