JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Di tengah gelombang tinggi dan terpaan badai di perairan Madura, dua bidan desa dari Puskesmas Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Sumenep, menunjukkan dedikasi luar biasa.
Sri Wahyuni, Amd.Keb, dan Badriyah, S.Keb.Bdn, mempertaruhkan nyawa demi satu misi mulia: menyelamatkan seorang ibu muda dan bayinya yang membutuhkan penanganan darurat.
Tanpa gentar, keduanya menaiki perahu kecil dari Pulau Sapudi menuju RSUD Sumenep, mengarungi laut yang tak bersahabat demi memastikan Ny. W (22), warga Desa Prambanan, bisa mendapatkan pertolongan medis tepat waktu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Yang ada di pikiran kami hanya satu: ibu selamat, bayi sehat. Ombak besar dan angin kencang sudah menjadi bagian dari risiko kami sebagai tenaga kesehatan di kepulauan,” ujar Sri Wahyuni saat dikonfirmasi media.
Meski berisiko tinggi, langkah mereka tak goyah. Dengan tekad bulat, mereka menerjang badai, berpegang erat pada sumpah profesi yang telah mereka ikrarkan.
“Bagi kami, badai bukan alasan untuk mundur. Ini panggilan jiwa. Kami akan terus berjuang demi kehidupan,” pungkasnya.
Aksi heroik ini mengundang decak kagum dan simpati luas. Di tengah keterbatasan fasilitas kesehatan di kepulauan, keberanian para tenaga medis seperti mereka menjadi harapan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kisah ini bukan sekadar berita, melainkan bukti nyata bahwa kemanusiaan masih hidup.
Dedikasi para bidan desa ini layak menjadi inspirasi dan mengingatkan kita semua bahwa di pelosok negeri, masih ada sosok yang rela mempertaruhkan nyawa demi sesama. (REDJAVA****)









