JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Bulan suci Ramadan bukan sekadar bulan ibadah, tetapi juga momen mengasah kepekaan sosial dan menebar kebaikan.
Inilah yang diwujudkan Pemerintah Desa (Pemdes) Paberasan bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Tim Penggerak PKK, serta para istri perangkat desa dalam acara “Merawat Kesalehan Sosial bersama Anak Yatim”, sebuah perhelatan penuh makna yang sukses menyentuh hati banyak orang.
Sejak sore, suasana desa dipenuhi dengan energi kebaikan. Tim PKK dengan penuh kehangatan membagikan takjil dari rumah ke rumah, memastikan setiap warga merasakan berkah Ramadan.
Senyum para penerima takjil menjadi bukti bahwa kebaikan sekecil apa pun mampu menghadirkan kebahagiaan.
Menjelang waktu berbuka, masyarakat berkumpul dalam suasana khidmat bertempat di balai kantor desa setempat, Kamis (20/03/2025), Kepala Desa Paberasan, Rachman Saleh, S.E., memimpin doa bersama, memohon keberkahan bagi desa dan seluruh warganya.
Suasana haru menyeruak saat doa dipanjatkan, mengingatkan semua yang hadir tentang pentingnya kebersamaan dan saling mendukung dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kami ingin menghidupkan nilai-nilai kesalehan sosial, di mana kebahagiaan Ramadan tidak hanya dirasakan oleh sebagian, tetapi oleh seluruh elemen masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan,” kata Rachman Saleh, S.E..
Puncak acara adalah penyerahan santunan kepada 15 anak yatim, sebuah momen yang begitu menggetarkan hati.
Mata-mata kecil mereka berbinar penuh harapan, sementara tangan-tangan kecil itu menerima uluran kasih dari perangkat desa dan masyarakat yang hadir.
Bukan hanya santunan materi, tetapi juga pelukan hangat dan kata-kata penyemangat yang menjadi simbol kepedulian dan kasih sayang.
“Bagi anak-anak ini, santunan tersebut bukan sekadar bantuan, melainkan bukti bahwa mereka tidak sendiri, bahwa masih banyak tangan yang siap merangkul mereka dengan cinta dan perhatian,” ujarnya.
Ketika adzan Maghrib berkumandang, kebersamaan semakin terasa dalam momen buka puasa bersama.
Tidak ada sekat antara perangkat desa, warga, dan anak-anak yatim. Semua larut dalam suasana kekeluargaan, menikmati hidangan sederhana yang terasa begitu istimewa karena disantap dalam kebersamaan.
Acara ini menjadi bukti bahwa Ramadan bukan hanya tentang ibadah pribadi, tetapi juga tentang bagaimana setiap individu dapat menjadi bagian dari kebahagiaan orang lain.
“Kami ingin acara ini menjadi inspirasi bagi desa lain, bahwa kebersamaan dan kepedulian adalah fondasi kuat dalam membangun masyarakat yang harmonis dan penuh kasih,” ungkap Rachman Saleh.
Kegiatan ini tidak hanya meninggalkan jejak kebaikan, tetapi juga membuka mata banyak orang bahwa kepedulian adalah jembatan menuju masyarakat yang lebih kuat dan berdaya.
“Ini sebagai bukti bahwa Pemdes Paberasan telah menanam benih kebaikan, dan semoga kelak, tunas-tunas kebajikan ini terus tumbuh dan bersemi di hati setiap warga,” tandasnya. (REDJAVA****)












