Melestarikan Mangrove Sumenep, Menjaga Masa Depan Ekologi dan Ekonomi Madura

Jumat, 10 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Cabang Dinas Kehutanan wilayah Sumenep Endang Handayani

Kepala Cabang Dinas Kehutanan wilayah Sumenep Endang Handayani

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Kabupaten Sumenep menjadi benteng utama pelestarian ekosistem mangrove di Pulau Madura. Dengan luas mencapai 12.095,4 hektare atau sekitar 80 persen dari total kawasan mangrove di Madura, wilayah ini memegang peran strategis dalam menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Namun, menjaga kekayaan alam ini bukanlah tugas ringan. Endang Handayani, Kepala Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah Sumenep, menyebut bahwa pihaknya terus berupaya menggalang kesadaran masyarakat melalui berbagai program pelestarian dan pemberdayaan.

“Kami terus melakukan sosialisasi pentingnya menjaga mangrove kepada masyarakat di empat kabupaten di Madura, yaitu Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep,” kata Endang yang dikonfirmasi awak media, Jum’at (10/01/2025).

Langkah ini tak berhenti pada edukasi. CDK juga aktif membangun sinergi dengan komunitas pegiat lingkungan, memberikan pelatihan, hingga memfasilitasi pemanfaatan mangrove menjadi produk bernilai tambah.

Baca Juga :  Semangat Membara, Anggota Satgas TMMD 116 Kodim 0827/Sumenep Kebut Pemasangan Kramik Agar Cepat Selesai

Beberapa pelatihan yang telah dilakukan meliputi pembuatan teh, dodol, kopi, hingga madu berbahan dasar mangrove.

“Tujuan kami adalah memberikan manfaat ekonomi yang nyata kepada masyarakat sehingga mereka memiliki dorongan untuk menjaga dan melestarikan mangrove,” ujarnya.

Tidak hanya itu, CDK bersama Pemerintah Kabupaten Sumenep juga rutin mengadakan kegiatan penanaman mangrove. Salah satu aksi terbaru adalah partisipasi dalam program penanaman mangrove serentak di Desa Kebundadap Timur, yang melibatkan banyak elemen masyarakat.

Baca Juga :  Hadiri Halal Bihalal dan Sarasehan Anti Narkoba, Kapolres Edo Ajak Semua Elemen Perang Melawan Narkoba

Meski begitu, tantangan tetap ada. Endang menjelaskan bahwa kewenangan CDK terbatas pada rehabilitasi, pemberdayaan, dan tata kelola usaha masyarakat. Penindakan terhadap perusakan mangrove menjadi domain pemerintah daerah.

“Untuk itu, kami mendorong Pemkab Sumenep segera merumuskan regulasi khusus, seperti peraturan daerah (Perda), yang mengatur perlindungan kawasan mangrove secara menyeluruh. Perda ini akan menjadi fondasi hukum untuk menjaga ekosistem ini dari ancaman kerusakan,” tegasnya.

Mangrove, lanjut Endang, bukan sekadar pelindung ekologi, tetapi juga penopang ekonomi masyarakat pesisir. Dengan pemanfaatan yang tepat, mangrove dapat menjadi sumber daya yang berkelanjutan. Namun, tanpa perlindungan hukum dan keterlibatan semua pihak, kekayaan ini berisiko terkikis oleh eksploitasi yang tidak bertanggung jawab.

Baca Juga :  Duel Sengit di Grup BB, Perssu Madura City Siap Tempur di Liga 4 Asprov Jatim

Pelestarian mangrove di Sumenep menjadi cerminan bagaimana sebuah daerah mampu memadukan pelestarian lingkungan dengan kesejahteraan masyarakat.

“Kini, tantangannya adalah bagaimana upaya ini bisa terus berjalan berkesinambungan demi menjaga masa depan ekologi dan ekonomi Pulau Madura,” pungkasnya. (REDJAVA****)

Berita Terkait

Transformasi ASN Sumenep: Bupati Fauzi Luncurkan Aplikasi SIMANTRA demi Layanan Publik Unggul
Rakercab Pramuka Sumenep 2026, Bupati Fauzi Soroti Ancaman Media Sosial bagi Anak
Helmi Art Museum Dukung Pengembangan Keris Sumenep, Siap Jaga Warisan Budaya Leluhur
Sensus 2026 hingga SILAPOR 112, Ini 3 Instruksi Penting Kepala Diskominfo Sumenep ke ASN
Wejangan Bupati Fauzi saat Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kloter 77-81
Momentum Hari Asyura, Koramil Sapudi dan Masjid Baitul Bilad Sumenep Basuh Air Mata Anak Yatim
Berburu Bumbu Masak Instan di Pasar Jangara: Solusi Praktis, Murah dan Ramah di Kantong
Membanggakan! Atlet Muda Asal ‘Kota Keris’ Sumenep Dipanggil PASI Jatim untuk Kejurnas Atletik 2026 di Jakarta

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 19:41 WIB

Transformasi ASN Sumenep: Bupati Fauzi Luncurkan Aplikasi SIMANTRA demi Layanan Publik Unggul

Senin, 22 Juni 2026 - 17:19 WIB

Rakercab Pramuka Sumenep 2026, Bupati Fauzi Soroti Ancaman Media Sosial bagi Anak

Senin, 22 Juni 2026 - 11:57 WIB

Helmi Art Museum Dukung Pengembangan Keris Sumenep, Siap Jaga Warisan Budaya Leluhur

Senin, 22 Juni 2026 - 09:00 WIB

Wejangan Bupati Fauzi saat Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kloter 77-81

Minggu, 21 Juni 2026 - 22:35 WIB

Momentum Hari Asyura, Koramil Sapudi dan Masjid Baitul Bilad Sumenep Basuh Air Mata Anak Yatim

Berita Terbaru