JAVANETWORK.CO.ID.MALANG — Sorotan lampu di arena Porprov Jatim IX yang digelar di Malang Raya hari itu bukan hanya menyinari angkatan para lifter, tetapi juga menyoroti sebuah kisah perjuangan luar biasa dari ujung timur Pulau Madura. Seorang pemuda Sumenep, Rizky Maulana Adriansyah, membuktikan bahwa mimpi tidak mengenal batas geografis.
Ia berhasil meraih medali perunggu dalam kelas 60 kilogram kategori snatch, dengan angkatan terbaiknya mencapai 101 kilogram sebuah pencapaian luar biasa yang dipersembahkan bukan untuk dirinya semata, tapi untuk seluruh masyarakat Sumenep.
Langkah Rizky di arena Porprov bukanlah langkah yang instan. Di balik senyum kemenangannya tersimpan rangkaian panjang latihan, keringat, keterbatasan fasilitas, dan tekad baja yang tak pernah goyah. Sejak awal turun di cabang olahraga angkat besi, Rizky dikenal sebagai sosok yang disiplin, gigih, dan sangat mencintai olahraga ini.
Ketika banyak remaja lain sibuk dengan gawai dan rutinitas, ia memilih untuk mengangkat besi mengangkat mimpinya lebih tinggi dari beban yang ia tahan di atas kepala.
Ketua PABSI Kabupaten Sumenep, Rusdi Rahman, yang turut menyaksikan perjuangan Rizky di arena, tak kuasa menyembunyikan rasa haru dan bangganya.
“Hari ini Rizky bukan hanya membawa pulang medali perunggu. Ia membawa pulang kehormatan, motivasi, dan semangat baru bagi kami semua. Ia telah menunjukkan kepada dunia bahwa dari pelosok Sumenep pun bisa lahir juara. Ini bukan sekadar tentang angkatan 101 kg, ini adalah tentang harapan yang terangkat bersama besi itu,” ucap Rusdi kepada media ini, Sabtu (28/06/2025).
Dalam kejuaraan yang penuh tekanan mental dan fisik, Rizky tampil tenang dan penuh determinasi. Ia bersaing dengan lifter dari berbagai daerah yang memiliki fasilitas lebih lengkap dan pengalaman lebih panjang. Namun, di atas panggung Porprov, yang menentukan bukan semata fasilitas melainkan mental juara, dan itu dimiliki Rizky.
Capaian ini menjadi momen bersejarah sekaligus titik balik bagi cabang olahraga angkat besi Sumenep. Dalam beberapa tahun terakhir, PABSI Sumenep bersama KONI dan stakeholder olahraga lainnya terus berjuang membina dan mencetak atlet-atlet muda dari desa-desa pelosok. Dan hasilnya mulai terlihat: satu perunggu yang nilainya melebihi emas, karena diperoleh dengan penuh pengorbanan dan kecintaan terhadap tanah kelahiran.
Rusdi menyampaikan bahwa ini adalah awal dari langkah besar. Ia berkomitmen akan terus mendampingi Rizky dan rekan-rekan atlet lain agar kelak bisa naik podium di level nasional bahkan internasional.
Ia pun berharap pemerintah daerah dan swasta dapat lebih peduli terhadap pembinaan olahraga prestasi, khususnya angkat besi yang membutuhkan dukungan fasilitas dan nutrisi secara konsisten.
“Kami tidak bisa sendiri. Butuh kolaborasi dan komitmen bersama agar anak-anak seperti Rizky bisa terus berkembang. Sumenep tidak kekurangan talenta, tapi yang kami butuhkan adalah panggung, pembinaan, dan perhatian,” tegasnya.
Bagi Rizky, medali perunggu ini adalah langkah awal menuju mimpi yang lebih besar. Ia menyampaikan terima kasih kepada pelatih, orang tua, PABSI Sumenep, dan semua pihak yang telah mendukungnya. Ia berharap prestasinya bisa menginspirasi anak-anak muda di kampung halamannya untuk tidak takut bermimpi besar, meski berasal dari tempat kecil.
“Saya dedikasikan medali ini untuk Sumenep, untuk keluarga saya, dan untuk anak-anak muda yang sedang berjuang dalam senyap. Jangan pernah menyerah, karena setiap tetes keringat kita akan dibayar dengan keberhasilan, cepat atau lambat,” ujar Rizky. (REDJAVA****)












