JAVANETWORK.CO.ID.ARTIKEL – Dalam beberapa hari terakhir, kita kembali menyaksikan mahasiswa turun ke jalan. Mereka datang dengan suara nurani, membawa keresahan rakyat kecil yang sering merasa jauh dari sentuhan keadilan. Saya pribadi, sebagai pendidik, melihat sebagian dari mereka adalah mahasiswa saya sendiri. Ada rasa haru sekaligus bangga, sebab mereka memilih berdiri di garda terdepan memperjuangkan sesuatu yang diyakini benar.
Namun ada hal penting yang perlu kita pahami bersama: mereka tidak sedang berjalan sendirian. Gerakan mahasiswa adalah gema panjang sejarah bangsa ini, sejarah yang pernah ditorehkan para pendahulu dengan darah, air mata, dan doa. Keadilan tidak pernah turun dari langit sebagai hadiah. Ia selalu diperjuangkan dengan keberanian dan pengorbanan.
Keadilan sejati bukanlah milik penguasa, bukan hak eksklusif kelompok tertentu. Ia adalah hak semua manusia yang bernafas di negeri ini. Karena itu, perjuangan mahasiswa hari ini sejatinya adalah perjuangan kita bersama.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tetapi perjuangan tidak semata ditentukan oleh kerasnya teriakan di jalan. Ia juga ditakar dari sejernih apa pikiran yang dibawa, sekuat apa akhlak dijaga, serta seteguh apa kemampuan menahan diri dari provokasi yang berusaha menodai perjuangan itu sendiri. Sebab keadilan sejati hanya bisa lahir dari jiwa-jiwa yang jernih dan hati yang ikhlas.
Mahasiswa adalah generasi yang dianugerahi akal, ilmu, dan idealisme. Itu modal besar yang tak boleh dilepaskan. Maka, jagalah akhlak, rawat nalar kritis, dan kuatkan solidaritas. Jalan yang ditempuh mungkin berat, penuh rintangan, bahkan tak jarang penuh risiko. Tetapi setiap langkah yang mereka ambil hari ini akan menjadi catatan sejarah: bahwa pernah ada generasi yang berani berkata “tidak” kepada ketidakadilan, dan “ya” kepada kebenaran.
Semoga Allah meridai setiap peluh dan langkah para mahasiswa, menjadikannya amal yang tidak sia-sia, serta menghadirkan perubahan menuju bangsa yang lebih adil, bermartabat, dan berperikemanusiaan. (REDJAVA****)
Penulis : Dr. Moh. Zeinuddin, SH, SHI, MH, Sabtu (30/08/2025).








