LKPJ Bupati Sumenep Tahun 2025 Berjalan: Evaluasi Investasi dan Penguatan Struktur Ekonomi Daerah

- Redaksi

Selasa, 31 Maret 2026 - 15:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim SH MH di Acara LKPJ Bupati Sumenep 2025 di Kantor Sekwan DPRD, Selasa (31/03/2026)

Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim SH MH di Acara LKPJ Bupati Sumenep 2025 di Kantor Sekwan DPRD, Selasa (31/03/2026)

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Kinerja investasi di Kabupaten Sumenep tengah mengalami pergeseran signifikan. Sektor minyak dan gas bumi (migas), yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah, kini menunjukkan tren penurunan.

Di sisi lain, sektor non-migas mulai menunjukkan pertumbuhan positif dan mengambil peran strategis sebagai penopang baru ekonomi lokal, terutama pariwisata, UMKM, dan koperasi.

Fakta ini terungkap dalam pemaparan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Sumenep 2025 di kantor Sekwan DPRD Sumenep, Selasa (31/03/2026), yang memetakan dinamika investasi daerah secara komprehensif.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, S.H.,M.H., menjelaskan bahwa penurunan investasi di sektor migas merupakan fenomena alami.

“Sebagian besar sumur migas kita berada di wilayah offshore dan sudah berproduksi cukup lama. Secara alamiah terjadi penurunan atau decline rate yang berdampak pada menurunnya investasi,” kata Wabup KH. Imam Hasyim.

Menurutnya, blok migas di Sumenep saat ini masuk kategori mature field atau lapangan tua, yang membutuhkan biaya jauh lebih besar untuk mempertahankan produksi.

“Dulu produksi tinggi, tetapi sekarang sudah memasuki fase penurunan. Ini adalah siklus wajar dalam industri migas,” ujarnya.

Selain faktor teknis, tekanan ekonomi global turut memperparah kondisi. Tingginya biaya eksplorasi dan produksi di wilayah lepas pantai, serta fluktuasi harga minyak dunia, membuat investor lebih berhati-hati.

“Biaya pengeboran sangat tinggi, sementara harga minyak dunia fluktuatif. Banyak investor menunda ekspansi,” sambung Wabup KH. Imam Hasyim, S.H.,M.H., menjelaskan.

Kebijakan energi nasional yang mulai mendorong pengembangan energi baru terbarukan (EBT) juga memengaruhi minat investasi di migas.

“Kebijakan nasional sekarang mulai mendorong energi baru terbarukan. Ini berdampak pada pergeseran minat investasi, termasuk di daerah,” ungkap sosok orang nomor dua di kabupaten Sumenep.

Meski investasi migas menurun, sektor non-migas justru menunjukkan tren peningkatan yang menggembirakan. Investasi dari sektor pariwisata, UMKM, koperasi, serta sektor produktif lainnya terus bertumbuh dan menjadi penopang baru ekonomi daerah.

“Pertumbuhan investasi di pariwisata, UMKM, dan koperasi menunjukkan bahwa ekonomi Sumenep mulai lebih beragam dan tidak hanya bergantung pada migas. Ini menjadi kekuatan baru yang langsung dirasakan masyarakat,” tutup Wakil Bupati KH. Imam Hasyim, S.H.,M.H.

Dalam dokumen LKPJ, pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk fokus pada tiga pilar pembangunan: peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal dari hulu ke hilir, serta tata kelola pemerintahan yang transparan, inovatif, dan responsif.

Baca Juga :  Gegara Narkoba 5 Warga Sumenep Diancam Minimal Hukuman 5 Tahun Penjara

Transformasi ini dinilai penting agar struktur ekonomi Sumenep lebih tangguh dan adaptif terhadap perubahan global. Ketergantungan pada migas perlahan mulai ditinggalkan, digantikan penguatan sektor-sektor produktif yang lebih berkelanjutan dan menyentuh langsung masyarakat.

Baca Juga :  Sultan ABJ Dragbike Series 2025 Resmi Dibuka, 450 Starter Unjuk Gigi di Sirkuit Lingkar Barat

Dengan arah kebijakan ini, Sumenep tidak hanya menghadapi tantangan penurunan migas, tetapi juga membuka peluang besar menuju era ekonomi baru yang lebih inklusif dan kompetitif. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi
Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini
Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga

BERITA TERKAIT

Rabu, 16 September 2026 - 08:22 WIB

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi

Minggu, 13 September 2026 - 23:59 WIB

Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

BERITA TERBARU