JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Suasana hangat menyelimuti Café Sapta Sumenep, Jumat malam, 31 Oktober 2025. Tawa, obrolan akrab, dan lantunan musik lokal berpadu menjadi simbol kekompakan warga Madura.
Di tempat itu, Komunitas Barisan Teman Sejati (KBTS) Sumenep menjadi tuan rumah bagi tiga komunitas asal Pamekasan: Komunitas Sariyang, Komunitas Bunda Rosita, dan Ikatan Persaudaraan Antar Pulau (IPAP).
Pertemuan lintas komunitas ini digelar untuk memeriahkan Hari Jadi Kota Sumenep ke-756 dan Hari Jadi Kabupaten Pamekasan ke-495.
Namun lebih dari sekadar perayaan, ajang ini menjadi ruang silaturahmi dan penguatan solidaritas antarwarga dua kabupaten di Pulau Madura.
Ketua KBTS Sumenep, Afandi, menyebut acara tersebut sebagai momentum penting menjaga semangat persaudaraan.
Menurutnya, KBTS berkomitmen menjadi ruang bagi masyarakat untuk saling mendukung dan tumbuh bersama.
“Kehadiran sahabat-sahabat dari Pamekasan ini bukti bahwa KBTS masih dipercaya sebagai wadah kebersamaan di Madura. Kami ingin terus memperkuat sinergi, menjaga hubungan harmonis, dan menanamkan semangat gotong royong antar komunitas,” ujar Afandi Jumat (31/10).
Ia menegaskan, makna silaturahmi bukan hanya soal pertemuan, melainkan tentang saling membantu ketika ada anggota komunitas yang menghadapi kendala di perjalanan atau kehidupan sehari-hari.
“Dari kebersamaan inilah muncul rasa empati dan tanggung jawab sosial,” tambahnya.
Mengusung tema “KBTS Menjunjung Kekompakan dan Persaudaraan”, kegiatan tersebut juga menghadirkan pesan mendalam dari Ketua Komunitas Sariyang Pamekasan, Abi Salaf.
Dirinya menyebut, kegiatan ini merupakan ekspresi rasa syukur sekaligus simbol kesatuan dua daerah yang memiliki sejarah dan budaya yang sama.
“Silaturahmi seperti ini bukan hanya mempertemukan kita secara lahir, tetapi juga batin. Semoga Sumenep dan Pamekasan terus bersinergi untuk melahirkan inovasi dan dedikasi tinggi bagi Madura,” tutur Abi Salaf.
Sebagai bentuk penghargaan, Abi Salaf menyerahkan cendera mata kepada KBTS Sumenep sebagai lambang persaudaraan yang tak lekang oleh waktu.
Sementara itu, kehadiran Komunitas Ikatan Persaudaraan Antar Pulau (IPAP) yang dipimpin Lukman turut menambah nilai dalam kegiatan tersebut.
Komunitas ini dikenal aktif mendorong kolaborasi dan menjadi inspirasi bagi masyarakat, khususnya di kalangan insan pers.
Suasana semakin hangat saat artis-artis lokal tampil membawakan hiburan ringan, menghadirkan tawa dan rasa kebersamaan.
Acara ditutup dengan pembacaan doa oleh Ustaz Abu Yazid dari KBTS, meneguhkan pesan utama malam itu: kebersamaan adalah kekuatan, dan silaturahmi adalah jembatan menuju persaudaraan yang abadi. (REDJAVA****)












