JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Sebuah perpisahan sekolah dasar bisa menjadi momen luar biasa. Itulah yang terjadi di SDN Paberasan II, Kecamatan Kota Sumenep, saat menggelar acara perpisahan siswa kelas VI tahun pelajaran 2024–2025 di Pelataran Panggung Budaya Hanoman, Desa Paberasan, Sabtu (21/06/2025) malam.
Bukan sekadar seremoni pelepasan, acara ini menjelma menjadi pesta budaya dan panggung kolaborasi komunitas, disaksikan ratusan warga, orang tua siswa, dan seluruh perangkat desa yang hadir lengkap mendampingi.
Dengan iringan gamelan, atraksi drumband, serta letusan kembang api yang menghias langit pagi, suasana berubah menjadi penuh semangat dan kebanggaan. Momen haru terasa saat 14 siswa terdiri dari 7 putra dan 7 putri satu per satu menerima ijazah di panggung kehormatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala SDN Paberasan II, Musaleh, S.Pd.SD, tampil sebagai tokoh sentral dalam kegiatan ini. Ia menyampaikan pandangan yang kuat tentang pendidikan sebagai gerakan sosial dan budaya.
“Kami tak hanya ingin melepas anak-anak dengan upacara, tapi mengantar mereka dengan kehormatan, semangat, dan rasa percaya diri. Maka kami pilih tempat ini Panggung Budaya Hanoman karena pendidikan harus mengakar pada budaya, dan berdiri bersama komunitas,” ungkap Musaleh. Sabtu (21/06/2025) malam.
Ia menambahkan, suksesnya acara ini adalah hasil gotong royong berbagai pihak: guru, komite, orang tua, tokoh masyarakat, dan pemerintah desa.
“Kegiatan ini adalah cerminan masa depan pendidikan desa. Sekolah bukan menara gading. Ia harus hadir di tengah masyarakat, menggandeng UMKM, melibatkan budaya, dan memupuk solidaritas,” ujarnya.
Tiga siswa terbaik kelas VI diberikan penghargaan khusus:
1. Juara I: Sabrina Shafa Fitria
2. Juara II: Syira Lailatul Ramadhani
3. Juara III: Tuhfatun Nadiva
Panggung budaya kemudian dihidupkan oleh deretan penampilan spektakuler:
– Tari Muang Sangkal sebagai pembuka
– Panemromo dan Parade Maskot
– Tari Belalang (kelas I)
– Tari Topeng dan Tari Keris (kelas V)
– Tari Nirmala (kelas IV)
– Tari Gelang Soko & Fashion Show Baju Adat (kelas II–III)
Semua pertunjukan disambut antusiasme luar biasa dari hadirin.
Acara ini juga menjadi momentum ekonomi bagi masyarakat. Puluhan pelaku UMKM lokal membuka lapak di sekitar area panggung, menjajakan kuliner khas Madura, camilan minuman kekinian, mainan anak.
Salah satunya pelaku UMKM yang menjual camilan dan minuman mengaku sangat terbantu dengan kegiatan ini.
“Biasanya saya jualan di rumah. Tapi hari ini saya bisa buka stan di acara sekolah. Ramai sekali! Omzetnya meningkat, dan saya merasa dihargai. Terima kasih kepada Pak Musaleh dan semua guru,” tuturnya.
Acara masih berlangsung hingga siang hari dengan suasana meriah dan penuh rasa kekeluargaan. Gamelan terus mengalun, stan UMKM tetap ramai, dan anak-anak SDN Paberasan II menari bersama mimpi masa depan mereka.
Di akhir sambutan, Musaleh berpesan dengan mata berbinar:
“Hari ini, kami lepaskan mereka dengan doa dan bangga. Tapi semangat mereka tetap kami peluk. Teruslah belajar, jangan takut bermimpi, dan jadilah anak-anak desa yang mencahayai bangsa.” pungkasnya. (REDJAVA****)









