Kuota Beasiswa Mahasiswa Miskin di Sumenep Menyusut, Ini Alasannya

Jumat, 14 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kadinsos P3A Kabupaten Sumenep, Drs Mustangin, MSi

Kadinsos P3A Kabupaten Sumenep, Drs Mustangin, MSi

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Program beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu di Kabupaten Sumenep mengalami pengurangan drastis pada tahun 2025. Jika tahun lalu sebanyak 520 mahasiswa mendapatkan bantuan, kini hanya 156 mahasiswa yang berhak menerima beasiswa tersebut.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Sumenep, Mustangin, mengungkapkan bahwa pengurangan ini terjadi akibat keterbatasan anggaran setelah dilakukan refocusing oleh pemerintah daerah.

“Tahun ini, alokasi anggaran untuk program beasiswa hanya Rp 390 juta, jauh lebih kecil dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp 1,3 miliar. Hal ini memaksa kami untuk mengurangi jumlah penerima,” ujar Mustangin, Jumat (14/2).

Dengan keterbatasan dana, kriteria penerima beasiswa diperketat. Beberapa persyaratan utama yang harus dipenuhi mahasiswa antara lain:

  • Warga asli Sumenep
  • Minimal semester tiga (S1 atau D3)
  • Memiliki Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM)
  • Terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS)
  • Tidak sedang menerima beasiswa dari sumber lain
Baca Juga :  KPU Sumenep Gelar Pelantikan dan Pengambilan Sumpah PAW Anggota PPS Desa Tenonan

Mustangin menegaskan bahwa Dinsos P3A juga menggandeng perguruan tinggi untuk memastikan bahwa penerima beasiswa benar-benar mahasiswa yang belum menerima bantuan pendidikan lainnya.

Pengurangan kuota ini berdampak besar bagi mahasiswa yang bergantung pada beasiswa untuk melanjutkan pendidikan mereka.

“Kami memahami bahwa banyak mahasiswa berharap mendapatkan beasiswa ini. Namun, dengan anggaran yang terbatas, kami harus memastikan bantuan ini diberikan kepada mereka yang benar-benar paling membutuhkan,” kata Mustangin.

Ia juga menegaskan bahwa Pemkab Sumenep tetap berkomitmen untuk membantu mahasiswa dari keluarga tidak mampu, meski ada keterbatasan dalam penganggaran.

“Ke depan, kami berharap ada penyesuaian kembali anggaran agar jumlah penerima bisa ditingkatkan,” pungkasnya. (REDJAVA****)

Berita Terkait

Transformasi ASN Sumenep: Bupati Fauzi Luncurkan Aplikasi SIMANTRA demi Layanan Publik Unggul
Rakercab Pramuka Sumenep 2026, Bupati Fauzi Soroti Ancaman Media Sosial bagi Anak
Helmi Art Museum Dukung Pengembangan Keris Sumenep, Siap Jaga Warisan Budaya Leluhur
Sensus 2026 hingga SILAPOR 112, Ini 3 Instruksi Penting Kepala Diskominfo Sumenep ke ASN
Wejangan Bupati Fauzi saat Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kloter 77-81
Momentum Hari Asyura, Koramil Sapudi dan Masjid Baitul Bilad Sumenep Basuh Air Mata Anak Yatim
Berburu Bumbu Masak Instan di Pasar Jangara: Solusi Praktis, Murah dan Ramah di Kantong
Membanggakan! Atlet Muda Asal ‘Kota Keris’ Sumenep Dipanggil PASI Jatim untuk Kejurnas Atletik 2026 di Jakarta

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 19:41 WIB

Transformasi ASN Sumenep: Bupati Fauzi Luncurkan Aplikasi SIMANTRA demi Layanan Publik Unggul

Senin, 22 Juni 2026 - 17:19 WIB

Rakercab Pramuka Sumenep 2026, Bupati Fauzi Soroti Ancaman Media Sosial bagi Anak

Senin, 22 Juni 2026 - 11:57 WIB

Helmi Art Museum Dukung Pengembangan Keris Sumenep, Siap Jaga Warisan Budaya Leluhur

Senin, 22 Juni 2026 - 09:00 WIB

Wejangan Bupati Fauzi saat Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kloter 77-81

Minggu, 21 Juni 2026 - 22:35 WIB

Momentum Hari Asyura, Koramil Sapudi dan Masjid Baitul Bilad Sumenep Basuh Air Mata Anak Yatim

Berita Terbaru