Kopi Sumenep Tegaskan Komitmen Perkuat Pendidikan Inklusif, Siapkan Program Penguatan Guru hingga Monitoring Sekolah

Jumat, 8 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kopi Sumenep Tegaskan Komitmen Perkuat Pendidikan Inklusif, Siapkan Program Penguatan Guru hingga Monitoring Sekolah

Kopi Sumenep Tegaskan Komitmen Perkuat Pendidikan Inklusif, Siapkan Program Penguatan Guru hingga Monitoring Sekolah

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Upaya memperkuat layanan pendidikan inklusif di Kabupaten Sumenep kembali mendapat dorongan baru. Melalui rapat koordinasi strategis, Komunitas Peduli Inklusi Sumenep atau Kopi Sumenep menegaskan komitmennya untuk berperan aktif mendukung implementasi pendidikan inklusif di satuan pendidikan.

Kegiatan rapat koordinasi tersebut digelar pada Kamis, 8 Mei 2026, bertempat di Ruang Multimedia SMP Negeri 2 Sumenep. Forum ini menjadi langkah penting dalam menyelaraskan program kerja komunitas dengan kebutuhan riil di lapangan, khususnya dalam mendukung kebijakan pendidikan inklusif di daerah.

Rakor dihadiri oleh pengurus harian Komunitas Peduli Inklusi Sumenep bersama perwakilan Fasda Inklusi Sumenep. Dalam forum tersebut, dibahas berbagai strategi penguatan program, mulai dari peningkatan kapasitas anggota hingga penguatan peran komunitas dalam mendampingi sekolah penyelenggara pendidikan inklusif.

Baca Juga :  Gelapkan Mobil Rental, Oknum PNS Sumenep Diduga Lakukan Penipuan Rp140 Juta, Polisi Diminta Tangani Kasus dengan Serius

Meski masih dalam skala terbatas, Kopi Sumenep menegaskan kesiapannya untuk turut membantu Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep dalam menggerakkan semangat layanan pendidikan inklusif di seluruh sekolah.

Ketua Fasda Inklusi Sumenep, Eka Yuniarti, mengatakan bahwa seluruh program yang disusun komunitas akan tetap disinergikan dengan kebijakan pemerintah daerah.

“Semua program yang kita rumuskan akan kita ajukan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep. Harapan kami, apa yang menjadi ikhtiar bersama ini bisa mendapatkan dukungan sehingga implementasi pendidikan inklusif di Sumenep semakin kuat,” kata Eka Yuniarti.

Dalam rapat tersebut, sejumlah program prioritas turut dibahas, antara lain peningkatan kapasitas anggota komunitas, pelatihan guru pendamping Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), monitoring dan evaluasi praktik pendidikan inklusif di sekolah, serta evaluasi program secara berkala di akhir tahun.

Baca Juga :  Babinsa Dungkek Turun Langsung Terlibat Perluasan Areal Tanam

Eka juga menegaskan bahwa kolaborasi dengan Dinas Pendidikan menjadi kunci utama keberhasilan program inklusi di daerah.

“Dari hasil musyawarah ini, kami akan ajukan ke Dinas Pendidikan. Kami siap mendukung pelaksanaan program inklusi yang telah disetujui, maupun program yang memang menjadi kebutuhan di lapangan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komunitas Peduli Inklusi Sumenep, Moh. Rais, S.Pd., menekankan pentingnya penguatan kapasitas internal agar komunitas dapat memberikan kontribusi yang lebih maksimal.

“Pengurus harus terus mengembangkan diri, memperdalam keilmuan inklusi, baik melalui belajar mandiri, mengikuti pelatihan, studi banding, maupun diskusi rutin. Ini penting agar kontribusi kita semakin tepat sasaran,” ujar Moh. Rais.

Baca Juga :  Operasi Keselamatan Semeru 2026 Digelar, Polres Sumenep Fokus Cegah Pelanggaran Fatalitas Lalu Lintas

Dari unsur Fasda Inklusi, Ali Harsojo juga mendorong agar komunitas terus bersinergi dengan berbagai program pemerintah, sekaligus hadir sebagai mitra pendamping bagi sekolah-sekolah yang membutuhkan dukungan teknis.

“Kita perlu menyambut baik program pemerintah terkait pendidikan inklusif dan siap membantu sekolah yang ingin bersinergi. Misalnya dalam proses screening peserta didik baru, penyusunan program individual, hingga pendampingan teknis lainnya,” jelas Ali Harsojo.

Rapat koordinasi tersebut akhirnya ditutup dengan kesepakatan bersama untuk memperkuat komitmen dalam mendukung pendidikan inklusif di Kabupaten Sumenep.

Seluruh peserta sepakat bahwa pendidikan inklusif merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan layanan pendidikan yang bermutu, setara, dan dapat diakses oleh seluruh anak tanpa terkecuali. (REDJAVA****)

Berita Terkait

Bangun Hubungan yang Lebih Terbuka, Kapolresta Sumenep Sambangi KJS dan PWI, Perkuat Sinergi dengan Insan Pers
Hadiri Turnamen Bola Kasti HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, Staf Ahli Bupati Sumenep: Olahraga Tradisional Harus Terus Hidup
HUT Ke-60 Korem 084 Jadi Momentum Kebangkitan Bola Kasti di Sumenep, Dandim Sampaikan Pesan Ini
Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Sumenep Hadirkan Police Goes to School di MAN Sumenep
Harkopnas 2026, Bupati Sumenep Tegaskan Koperasi Modern Kunci Kemajuan UMKM
Moh. Ramli: Harkopnas 2026 Perkuat Peran Koperasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Prestasi Membanggakan, KPRI RSUD Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat di Hari Koperasi ke-79
Penjual Tahu Bulat Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Desa Gunggung, Ini Hasil Penyelidikan Awal Polisi

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:31 WIB

Bangun Hubungan yang Lebih Terbuka, Kapolresta Sumenep Sambangi KJS dan PWI, Perkuat Sinergi dengan Insan Pers

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:29 WIB

Hadiri Turnamen Bola Kasti HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, Staf Ahli Bupati Sumenep: Olahraga Tradisional Harus Terus Hidup

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:12 WIB

HUT Ke-60 Korem 084 Jadi Momentum Kebangkitan Bola Kasti di Sumenep, Dandim Sampaikan Pesan Ini

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:41 WIB

Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Sumenep Hadirkan Police Goes to School di MAN Sumenep

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:31 WIB

Moh. Ramli: Harkopnas 2026 Perkuat Peran Koperasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Berita Terbaru