Komisi III DPRD Sumenep Soroti Kejanggalan Dua Proyek Penanganan Banjir

Kamis, 25 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komisi III DPRD Sumenep melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap dua proyek penanganan banjir

Komisi III DPRD Sumenep melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap dua proyek penanganan banjir

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEPKomisi III DPRD Sumenep melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap dua proyek penanganan banjir di wilayah setempat, Kamis (25/9/2025).

Dari hasil pemantauan lapangan, ditemukan sejumlah catatan yang menimbulkan pertanyaan serius terkait kualitas maupun transparansi proyek.

Dua pekerjaan yang menjadi perhatian adalah Normalisasi dan Rehabilitasi Tebing Sungai Anjuk dengan anggaran Rp550 juta, serta Normalisasi dan Rehabilitasi Saluran Pembuang Gunggung senilai Rp455 juta.

Dari pengecekan, progres fisik kedua proyek rata-rata baru mencapai sekitar 60 persen. Namun, Komisi III mendapati beberapa kejanggalan.

Salah satunya adalah tidak adanya papan nama proyek di salah satu lokasi pekerjaan. Padahal, papan informasi merupakan kewajiban sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat.

“Kami melihat hal ini sangat mendasar. Tanpa papan nama, publik tidak mengetahui siapa kontraktor pelaksana, berapa anggarannya, serta berapa lama waktu pengerjaannya,” ujar Wiwid Harjo Yudanto, Sekretaris Komisi III DPRD Sumenep kepada awak media.

Komisi juga menyoroti penggunaan kawat bronjong dalam proyek tersebut. Berdasarkan dokumen lelang, bronjong dengan standar SNI menjadi salah satu persyaratan utama.

Baca Juga :  Bacaan Basmalah Awali Deklarasi Komunitas Barat Daya Ambunten Menangkan Paslon FAHAM Pilkada Sumenep

Namun, saat ditinjau di lapangan, material bronjong yang dipasang tidak berlabel SNI, bahkan jumlah pekerjaannya relatif minim.

“Justru pekerjaan normalisasi lebih dominan, sementara bronjong yang menjadi syarat penting hanya sedikit. Hal ini tentu memunculkan pertanyaan besar mengenai kesesuaian antara dokumen lelang dengan realisasi,” kata Wiwid menegaskan.

Anggota Komisi III lainnya, Abdurrahman, juga menyoroti sikap Bidang SDA Dinas PUTR yang dinilai tidak kooperatif.

Baca Juga :  Besok Pagi, SSA Ponpes Raudlatul Iman Gelar Ganding Ngaji Literasi Dan Lounching Antologi Puisi

Menurutnya, pihak komisi sudah meminta Rencana Anggaran Biaya (RAB) kedua proyek, namun hingga kini belum diberikan.

“Kami sudah meminta RAB, tetapi terkesan ada upaya menutup-nutupi. Ini membuat kami semakin curiga,” ungkap politisi PPP itu. Ia didampingi Akhmadi Yasid, anggota Komisi III dari PKB.

Komisi III memastikan akan menindaklanjuti temuan ini. Pihak kontraktor pelaksana rencananya akan dipanggil untuk dimintai penjelasan, sekaligus membandingkan dokumen kontrak dengan realisasi pekerjaan di lapangan.

Baca Juga :  Ketum FRN Counter Polri Agus Flores : Pemblokiran Nomor Wartawan Tidak Sejalan Dengan Visi Presisi Polri

Sidak ini dilakukan setelah rapat kerja Komisi III bersama Dinas PUTR Sumenep, yang turut dihadiri Kepala Dinas PUTR, Eri Susanto, serta sejumlah pejabat terkait.

“Ini menyangkut keselamatan masyarakat dari ancaman banjir. Karena itu, Komisi III akan mengawal persoalan ini sampai tuntas,” tutup Wiwid. (REDJAVA****)

Berita Terkait

Mahasiswa Uniba Madura Rilis Film Horor Budaya “Bisikan Luhur”, Angkat Adab dan Kearifan Lokal di Tengah Modernisasi
Semai Literasi ke Pelosok Desa, Perpusling Dispusip Sumenep Sambangi MDT Al Hasni Awwaliyah
Peringati 1 Muharram 1448 H, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep Serukan Semangat Perubahan
Anwar Syahroni Yusuf: Kebersihan Berawal dari Diri Sendiri dan Menjadi Tanggung Jawab Bersama
PGRI Sumenep dan Kadisdik Sepakat Jaga Kondusivitas Pendidikan di Tengah Dualisme Organisasi
Respons Cepat Bencana, Pemkab Sumenep Salurkan Rp30 Juta untuk Korban Kebakaran Dusun Kalompang
Bazar Literasi dan Batik Lebatu SDN Lenteng Barat I Sumenep Tuai Apresiasi, Lahirkan Generasi Kreatif dan Berdaya Saing
BLT DD Ekstrem Desa Gayam Cair, Penerima Stroke Terima Bantuan Rp900 Ribu di Rumah

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 22:31 WIB

Mahasiswa Uniba Madura Rilis Film Horor Budaya “Bisikan Luhur”, Angkat Adab dan Kearifan Lokal di Tengah Modernisasi

Senin, 15 Juni 2026 - 22:05 WIB

Semai Literasi ke Pelosok Desa, Perpusling Dispusip Sumenep Sambangi MDT Al Hasni Awwaliyah

Senin, 15 Juni 2026 - 21:08 WIB

Peringati 1 Muharram 1448 H, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep Serukan Semangat Perubahan

Senin, 15 Juni 2026 - 19:19 WIB

Anwar Syahroni Yusuf: Kebersihan Berawal dari Diri Sendiri dan Menjadi Tanggung Jawab Bersama

Senin, 15 Juni 2026 - 18:19 WIB

PGRI Sumenep dan Kadisdik Sepakat Jaga Kondusivitas Pendidikan di Tengah Dualisme Organisasi

Berita Terbaru