JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Dinamika seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama untuk kursi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep Tahun 2026 akhirnya memasuki babak paling menentukan. Setelah melalui rangkaian assessment yang ketat dan proses rekapitulasi nilai oleh BKD Provinsi Jawa Timur, Panitia Seleksi resmi mengumumkan tiga kandidat terbaik yang akan melaju ke tahap akhir.
Pengumuman itu tertuang dalam Berita Acara Nomor 20/PANSEL JPT PRATAMA-SMP/II/2026 yang dirilis pada Rabu (18/02) malam sekitar pukul 22.30 WIB. Waktu pengumuman yang terbilang larut justru menegaskan keseriusan dan kehati-hatian pansel dalam menuntaskan seluruh tahapan secara objektif dan profesional.
Tiga nama yang dinyatakan masuk posisi tiga besar adalah figur-figur birokrat senior dengan rekam jejak panjang di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pertama, Agus Dwi Saputra, S.Sos., M.Si., yang saat ini memimpin Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sumenep. Pengalaman mengelola isu-isu pembangunan berbasis desa menjadi salah satu modal strategis dalam mengorkestrasi program lintas perangkat daerah.
Kedua, Chainur Rasyid, S.E., M.Si., yang menjabat Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Sumenep. Latar belakang teknokratis dan penguasaan sektor riil menjadikannya figur yang memahami secara langsung denyut ekonomi dan ketahanan daerah.
Ketiga, Dr. R. Abd. Rahman Riadi, S.E., M.M., yang saat ini memimpin Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sumenep. Pengalaman di bidang pelayanan sosial dan tata kelola kelembagaan memperkaya spektrum kepemimpinan birokrasi yang dibutuhkan di level sekretariat daerah.
Keputusan pansel bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat. Dengan demikian, seleksi terbuka Sekda Sumenep kini memasuki fase penentuan akhir. Tiga nama tersebut akan diajukan kepada Bupati Sumenep untuk dipilih satu kandidat yang akan ditetapkan dan dilantik sebagai Sekretaris Daerah definitif sesuai mekanisme peraturan perundang-undangan.
Jabatan Sekda bukan sekadar posisi administratif. Di tangan Sekda, mesin birokrasi daerah digerakkan, kebijakan kepala daerah dikonsolidasikan, serta koordinasi antarperangkat daerah disinergikan. Sekda menjadi simpul manajerial yang menentukan ritme pemerintahan, efektivitas anggaran, hingga percepatan program prioritas.
Karena itu, publik Sumenep menaruh perhatian besar pada proses ini. Siapa pun yang terpilih nantinya akan memikul tanggung jawab strategis dalam menjaga stabilitas tata kelola pemerintahan sekaligus memastikan visi pembangunan daerah berjalan konsisten dan terukur.
Seleksi yang berlangsung terbuka dan kompetitif ini juga menjadi cerminan komitmen reformasi birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep. Transparansi proses, objektivitas penilaian, serta akuntabilitas tahapan menjadi fondasi penting untuk melahirkan figur Sekda yang tidak hanya kuat secara administratif, tetapi juga visioner dalam kepemimpinan.
Kini, sorotan tertuju pada keputusan akhir Bupati. Dari tiga nama terbaik yang telah melewati seluruh tahapan seleksi, satu sosok akan dipercaya memegang tongkat komando birokrasi Kabupaten Sumenep untuk periode mendatang. Publik menanti, pemerintahan bersiap, dan babak baru tata kelola daerah pun segera dimulai. (REDJAVA****)








