JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Suasana pagi di halaman Masjid Jamik Sumenep tampak berbeda. Puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Warga Binaan dari Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Sumenep bergotong royong membersihkan area masjid bersejarah tersebut, mulai dari halaman, serambi hingga bagian dalam ruang ibadah.
Kegiatan sosial bertajuk bersih-bersih itu dipimpin langsung Kepala Rutan Kelas IIB Sumenep, Aditya Wahyu Rahmadani, yang hadir bersama Kasubsi Pelayanan Tahanan, Teguh. Kehadiran jajaran Rutan disambut hangat oleh Ketua Takmir Masjid Jamik Sumenep, Husein Satriawan.
Bagi pengurus masjid, kegiatan tersebut bukan sekadar aksi kebersihan rutin, melainkan simbol kuat sinergi antara lembaga pemasyarakatan dan masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Takmir Masjid Jamik Sumenep, Husein Satriawan, mengapresiasi langkah Rutan Sumenep yang melibatkan warga binaan dalam kegiatan sosial keagamaan di ruang publik.
“Kami menyambut baik dan memberikan apresiasi atas inisiatif Rutan Sumenep. Kegiatan ini bukan hanya membersihkan masjid secara fisik, tetapi juga menjadi sarana pembinaan moral dan spiritual bagi para warga binaan,” ujar Husein kepada wartawan, di sela-sela kegiatan.
Masjid Jamik Sumenep yang menjadi ikon religius sekaligus cagar budaya di Kota Keris, memiliki nilai historis dan spiritual yang tinggi bagi masyarakat. Karena itu, keterlibatan berbagai elemen dalam merawat kebersihannya dinilai sebagai bentuk tanggung jawab bersama.
Pantauan di lapangan, ASN dan warga binaan tampak menyatu dalam kerja kolektif. Sebagian menyapu halaman, lainnya membersihkan kaca, merapikan tempat wudhu, hingga mengepel lantai ruang utama salat. Tidak ada sekat yang terlihat; yang ada hanya semangat kebersamaan dan gotong royong.
Menurut Husein, keterlibatan warga binaan dalam kegiatan seperti ini sangat penting untuk membangun rasa percaya diri serta menumbuhkan kesadaran bahwa mereka tetap bagian dari masyarakat.
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut. Ketika warga binaan dilibatkan dalam aktivitas sosial dan keagamaan, itu menjadi pesan kuat bahwa mereka tetap memiliki ruang untuk berkontribusi dan memperbaiki diri,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Rutan Sumenep Aditya Wahyu Rahmadani menegaskan bahwa kegiatan bersih-bersih tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian.
Rutan, kata dia, tidak hanya menjalankan fungsi pengamanan, tetapi juga pembinaan karakter agar warga binaan memiliki nilai disiplin, tanggung jawab, serta kepedulian sosial.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama di serambi masjid, sebagai simbol harapan agar sinergi antara Rutan Sumenep dan pengurus Masjid Jamik terus terjalin.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi contoh konkret bahwa pembinaan di lembaga pemasyarakatan dapat berjalan beriringan dengan penguatan nilai-nilai keagamaan dan sosial di tengah masyarakat.
Di tengah dinamika sosial yang terus bergerak, aksi sederhana seperti membersihkan rumah ibadah menjadi pesan kuat: pemulihan dan perubahan selalu dimulai dari langkah kecil, namun dilakukan bersama. (REDJAVA/$$$)








