Simbol Rasa Hormat, Persaudaraan, dan Ikatan Spiritual di Hari Raya Iduladha
JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP — Masjid Jamik Sumenep, salah satu ikon religi dan budaya di Madura, kembali menjadi panggung momen penuh makna. Kamis pagi (6/6), menjelang pelaksanaan Salat Iduladha 1446 Hijriah, ribuan jamaah telah memadati area masjid yang berdiri megah di jantung kota. Di antara barisan tamu yang hadir, tampak sosok Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A., yang datang untuk melaksanakan salat Id bersama masyarakat.
Sebelum memasuki masjid, langkah Pangdam dihentikan sejenak oleh Ketua Takmir Masjid Jamik, H. Husein, yang telah menunggu di pelataran depan. Dengan penuh takzim dan wajah berseri, H. Husein yang juga purnawirawan TNI AD mengalungkan sorban hijau ke pundak Mayjen Rudy Saladin. Momen itu berlangsung dalam suasana khidmat dan menggetarkan, disaksikan langsung oleh para tokoh agama, aparat, dan masyarakat yang hadir.
“Pengalungan sorban ini adalah bentuk penghormatan kami atas kehadiran Pangdam. Bagi saya pribadi, sebagai sesama putra TNI, ini juga seperti menyambut seorang saudara muda yang datang pulang ke rumah besar umat,” ungkap H. Husein, dengan suara yang tenang.
“Sorban ini adalah simbol doa, harapan, dan rasa hormat kami sebagai rakyat kepada pemimpin yang mau menyatu dalam saf dan sujud bersama umat,” imbuhnya.
H. Husein dikenal sebagai figur kharismatik yang telah puluhan tahun membina kehidupan keagamaan di lingkungan Masjid Jamik. Pengabdiannya yang tulus dan latar belakangnya sebagai mantan prajurit, membuat prosesi ini begitu menyentuh. Bagi masyarakat Sumenep, ia bukan hanya takmir masjid, melainkan sosok ayah sekaligus penjaga nilai-nilai tradisi dan spiritualitas Madura.
Mayjen TNI Rudy Saladin menerima penghormatan itu dengan penuh kerendahan hati. Ia membungkukkan badan sejenak sebagai bentuk balasan rasa hormat, lalu menyampaikan salam hangat kepada masyarakat yang telah menyambutnya dengan tangan terbuka.
“Saya merasa terhormat bisa salat Iduladha di Masjid Jamik Sumenep, bersama masyarakat yang penuh kekeluargaan dan religiositas tinggi. Semoga semangat pengorbanan dan kebersamaan ini terus menjadi pilar kekuatan bangsa,” ujar Pangdam singkat, sebelum melangkah masuk ke dalam masjid.
Momen singkat namun sarat makna itu menjadi pengingat, bahwa di atas segala atribut dan pangkat, ada nilai-nilai luhur yang menyatukan: silaturahmi, adab, dan rasa hormat. (REDJAVA****)













