JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Ketua Takmir Masjid Jamik Sumenep, Husein S mengapresiasi langkah cepat Babinsa Masalembu Kodim 0827/Sumenep bersama para nelayan yang berhasil mengamankan 35 kilogram narkotika jenis sabu di perairan Masalembu, Kamis (29/05/2025) kemarin.
Husein, yang juga Purnawirawan Pasukan Khusus TNI AD, menyebut penemuan sabu dalam jumlah besar tersebut bukan sekadar keberhasilan lokal, melainkan sinyal bahaya akan masuknya jaringan narkoba lintas negara ke wilayah perairan Kabupaten Sumenep.
“Dari pola pengemasan dan modusnya, ini kuat dugaan bagian dari jaringan narkoba laut internasional. Masalembu punya posisi strategis di jalur pelayaran global, dan ini bisa jadi pintu masuk yang dimanfaatkan sindikat,” ujar Husein dalam keterangannya di Masjid Jamik, Jumat (30/05/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tak hanya itu, Husein menilai penemuan 35 kilogram sabu ini kemungkinan merupakan yang terbesar sepanjang sejarah penindakan narkotika di Kabupaten Sumenep.
“Sepanjang yang saya tahu, ini mungkin penemuan sabu terbesar di wilayah Sumenep. Kita patut waspada dan memperkuat patroli laut. Ini peringatan serius,” tegasnya.
Husein menyampaikan rasa bangga dan hormat atas keberanian para Babinsa dan nelayan Masalembu yang tak gentar bertindak cepat demi menyelamatkan masyarakat dari ancaman narkoba.
“Ini bukan sekadar penindakan hukum, ini jihad kemanusiaan. Mereka layak mendapat apresiasi nasional,” pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, paket sabu dalam kemasan teh Cina itu ditemukan nelayan terapung di tengah laut.
Dugaan awal, paket tersebut sengaja dibuang atau diturunkan dari kapal induk sebagai bagian dari metode ‘ship-to-ship’ teknik pengiriman narkoba yang jamak digunakan jaringan internasional.
Kini, barang bukti telah diserahkan kepada aparat TNI dan Polri untuk proses hukum lebih lanjut. Aparat keamanan masih terus menyelidiki kemungkinan keterlibatan pihak lain serta jaringan yang lebih besar di balik peristiwa ini. (REDJAVA****)










