JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP — Suasana ceria menyelimuti Pendopo Agung Keraton Sumenep, Minggu (13/7/2025), ketika ratusan anak dari jenjang PAUD dan RA berkumpul mengikuti Lomba Mewarnai Sketsa Bung Karno.
Di tengah gelak tawa dan semangat anak-anak yang begitu antusias, hadir sosok yang tak asing dan menjadi pusat perhatian Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH., MH.
Berbalut senyum tulus, Bupati Fauzi tampak menyapa satu per satu peserta lomba.
Sosok orang nomer satu di lingkungan Pemkab Sumenep itu tak sekadar hadir sebagai tamu kehormatan, tetapi benar-benar terlibat duduk di antara anak-anak, mendengarkan celoteh polos mereka, hingga ikut memberi semangat saat tangan-tangan mungil itu menggoreskan warna pada sketsa sang proklamator, Bung Karno.
“Anak-anak adalah generasi masa depan yang harus kita bimbing dengan kasih sayang dan pendekatan menyenangkan,” ujar Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo.
Lomba mewarnai ini diselenggarakan oleh Komunitas Kanca Pendidikan (KKP) Sumenep), sebagai bagian dari rangkaian Kalender Event Sumenep 2025.
Tidak seperti kompetisi biasanya, kegiatan ini memang dirancang khusus menyasar anak-anak usia dini, dengan misi membangun ruang edukasi kreatif yang inklusif dan menyenangkan.
Lebih dari sekadar lomba, kegiatan ini menjadi sarana menanamkan nilai-nilai sejarah dan nasionalisme sejak dini.

Melalui kuas, pensil warna, dan kertas bergambar tokoh Bung Karno, anak-anak diperkenalkan pada sosok penting dalam sejarah bangsa dengan cara yang ringan dan menyenangkan.
“Di era modern seperti sekarang, perlu peran aktif orang tua dan semua pihak dalam menanamkan kecintaan terhadap bangsa dan sejarahnya. Karakter kuat harus dibentuk sejak dini.” ujarnya.
Kehadiran Ketua DPC PDI-P Sumenep ini benar-benar menjadi daya tarik tersendiri. Interaksi langsung antara pemimpin daerah dan anak-anak menciptakan suasana yang lebih dari sekadar seremoni sebuah momentum humanis yang merekatkan pemerintah dan masyarakat, melalui bahasa universal: cinta pada anak-anak.
Lebih lanjut Bupati Fauzi juga berkomitmen agar acara serupa terus digelar secara rutin sebagai bagian dari upaya membentuk jati diri anak-anak Sumenep.
Menurutnya, kegiatan yang mengasah kreativitas sekaligus memupuk kesadaran sejarah ini memiliki dampak jangka panjang terhadap karakter dan kecintaan anak terhadap tanah air.
“Ini bukan hanya tentang mewarnai, tapi tentang mengenalkan pahlawan bangsa dengan cara yang membekas di hati anak-anak.” pungkasnya.
Dengan pendekatan penuh kasih, Bupati Fauzi menunjukkan bahwa kepemimpinan tak selalu bicara podium dan kebijakan, tapi juga tentang hadir dan menyentuh hati bahkan yang paling kecil sekalipun. (REDJAVA****)










