Ketika Keris Bicara: Sumenep Bawa Pusaka Adiluhung ke Panggung Tosan Aji Nasional

Selasa, 15 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Owner Helmi Art Museum Sumenep Helmi

Owner Helmi Art Museum Sumenep Helmi

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP — Sebuah panggung budaya yang penuh aura magis siap mengguncang nusantara. Brawijaya Tosan Aji Fest 2025 bukan sekadar pameran benda pusaka, melainkan ajang sakral yang menyatukan roh leluhur, nilai tradisi, dan semangat pelestarian warisan budaya Indonesia.

Bertempat di Gedung Samantha Krida, Universitas Brawijaya Malang, festival ini akan berlangsung pada 18 hingga 20 April 2025 dan digadang menjadi episentrum kebangkitan peradaban keris di tanah air.

Yang menarik perhatian adalah keikutsertaan Kabupaten Sumenep, daerah yang telah lama dijuluki sebagai “Kota Keris”, karena kontribusinya yang luar biasa dalam jagat perkerisan Nusantara.

Untuk pertama kalinya, dua keris legendaris milik pribadi Bupati Sumenep akan diperlihatkan kepada publik: Keris lurus pamor Junjung Drajat Ngulit Semongko dan Keris lurus pamor Sersan, dua pusaka yang tak hanya bernilai artistik tinggi, tetapi juga sarat makna filosofis dan spiritual.

Baca Juga :  Polri Presisi Membangun Negeri Menuju Indonesia Emas, Polres Sumenep Gelar Upacara Peringatan HUT Bhayangkara ke-78

Kehadiran Sumenep ini diundang secara resmi oleh panitia melalui surat bernomor 06.050/SPm/SS/BM/IV/2025. Meski tanpa dukungan

logistik maupun akomodasi, komitmen untuk ambil bagian dalam panggung nasional ini tetap dipegang teguh.

Di balik layar, sosok Edi Purwanto bertindak sebagai penanggung jawab acara, bersama Rizal Nur Alfian selaku Ketua Pelaksana, yang mengorkestrasi event ini dengan visi besar: menjadikan keris sebagai simbol kebangkitan jati diri bangsa.

Tak ketinggalan, Helmy, pemilik Helmy Art Museum Sumenep museum yang dikenal dengan koleksi kerisnya yang langka dan orisinal menyatakan dukungan penuh terhadap acara ini.

“Inilah momentum emas untuk mempertegas eksistensi keris sebagai artefak budaya adiluhung. Kita tidak hanya berbicara tentang benda, tetapi tentang sejarah, filosofi, dan ruh peradaban yang hidup di dalamnya,” ungkap Helmy kepada media ini, Selasa (15/4).

Helmy melanjutkan, bahwa keris bukan sekadar senjata pusaka, melainkan manifestasi dari kecerdasan spiritual, kekayaan simbolik, dan kebesaran nilai-nilai kearifan lokal.

“Keris adalah kitab bisu yang menyimpan jejak peradaban. Dalam setiap lekuknya, dalam setiap pamornya, ada pesan moral, nilai kepemimpinan, bahkan doa-doa leluhur yang membimbing arah bangsa ini. Sayang sekali jika generasi muda tidak lagi mengenalnya,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa keberadaan keris perlu diangkat tidak hanya sebagai benda museum, tetapi sebagai identitas budaya yang hidup dan dinamis.

“Melalui festival ini, kami berharap anak-anak muda bisa melihat keris bukan hanya sebagai warisan masa lalu, tetapi sebagai inspirasi masa depan. Keris itu estetik, filosofis, dan punya nilai kebangsaan yang kuat. Jangan sampai warisan ini hanya tinggal dalam katalog koleksi,” pungkasnya.

Dalam festival nanti, koleksi keris yang akan ditampilkan berasal dari berbagai kalangan: dari museum, empu, hingga kolektor nasional.

Baca Juga :  Knalpot Brong dan Balap Liar Jadi Perhatian Khusus Satlantas Polres Sumenep

Puncaknya, acara ini juga akan menjadi saksi pencanangan Hari Keris Nasional dan prosesi penyerahan Keris Pusaka Kanjeng Kiai Garuda Nuswantara, simbol pemersatu budaya Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Lebih dari sekadar ajang budaya, Brawijaya Tosan Aji Fest 2025 adalah panggilan nurani bagi bangsa ini: untuk kembali menengok akar, menimba hikmah dari leluhur, dan meneguhkan keris sebagai warisan yang tidak hanya dipamerkan, tapi diwariskan.(REDJAVA****)

Baca Juga :  Ramadhan Penuh Berkah, Pemdes dan PKK Basoka Santuni Anak Yatim dan Tebar Takjil untuk Warga

Berita Terkait

Haflatul Imtihan Annuqayah 2026 Perkuat Sanad Keilmuan Melalui Bedah Buku The Qur’anything
Kurve di Mako Polres Sumenep, Bangun Semangat Gotong Royong dan Kepedulian Lingkungan
Pilkades Sumenep 2027: Achmad Farid Azzyadi Jadi Figur yang Mulai Diperhitungkan di Payudan Dundang
Hadapi Musim Kemarau 2026, Bupati Achmad Fauzi Resmi Berlakukan Siaga Darurat Kekeringan
Bakesbangpol Sumenep Apresiasi Aksi Sosial PPI dan BAZNAS di Desa Ellak Daya
Danyonif TP 931/KJ Hadiri Peresmian Jembatan Perintis Garuda di Ambunten, Perkuat Sinergi TNI dan Masyarakat
89 Hari Rampung, Danrem Bhaskara Jaya Resmikan Jembatan Perintis Garuda di Ambunten Sumenep
Program Nasi Bungturat KBS Sumenep, Wujud Kepedulian Lewat Jum’at Berkah

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:30 WIB

Haflatul Imtihan Annuqayah 2026 Perkuat Sanad Keilmuan Melalui Bedah Buku The Qur’anything

Jumat, 3 Juli 2026 - 23:59 WIB

Kurve di Mako Polres Sumenep, Bangun Semangat Gotong Royong dan Kepedulian Lingkungan

Jumat, 3 Juli 2026 - 22:26 WIB

Pilkades Sumenep 2027: Achmad Farid Azzyadi Jadi Figur yang Mulai Diperhitungkan di Payudan Dundang

Jumat, 3 Juli 2026 - 21:56 WIB

Hadapi Musim Kemarau 2026, Bupati Achmad Fauzi Resmi Berlakukan Siaga Darurat Kekeringan

Jumat, 3 Juli 2026 - 20:34 WIB

Bakesbangpol Sumenep Apresiasi Aksi Sosial PPI dan BAZNAS di Desa Ellak Daya

Berita Terbaru