JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Aura kehangatan dan semangat membara menyatu dalam suasana penuh makna di aula Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Kamis 17 April 2025.
Dalam suasana yang sederhana namun penuh energi kebersamaan, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep, Abdul Wasid, hadir dan tampil sebagai sosok inspiratif dalam agenda pembinaan bagi seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) KUA dari Kecamatan Arjasa, Kangayan, dan Sapeken.
Mengusung semangat nilai dan moralitas yang menjadi inti pelayanan publik, kegiatan yang dikemas dalam bingkai “Kusemai Nilai” ini menjadi lebih dari sekadar pertemuan formal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelma menjadi ruang kontemplatif yang membangkitkan kesadaran baru bagi para istri ASN bahwa di balik pelayanan publik yang berkualitas, tersimpan peran domestik yang tak kalah mulia dan menentukan.
Dalam pembinaannya, Abdul Wasid menyampaikan gagasan yang dalam, sekaligus membangkitkan semangat:
“Seorang istri PNS harus mampu memotivasi suami, karena perilaku suami sangat tergantung pada istri,” kata Abdul Wasid.
Pernyataan ini bukan basa-basi. Ia adalah refleksi dari pengalaman, pemahaman spiritual, dan observasi sosiologis terhadap dinamika keluarga ASN.

“Bahwa rumah tangga bukan hanya tempat bernaung, melainkan pusat energi moral, spiritual, dan emosional bagi seorang abdi negara. Ketika istri menjadi pendukung utama, maka suami pun tampil lebih berintegritas, lebih sabar, dan lebih produktif dalam menjalankan tugas negara,” jelasnya.
Lebih lanjut, Abdul Wasid menegaskan pentingnya membangun keluarga yang harmonis sebagai pondasi dari pelayanan prima. Sebab, kata dia, pelayanan yang tulus dan profesional hanya lahir dari jiwa yang tenang dan hati yang bahagia.
“Ciptakanlah keluarga yang harmonis, agar dapat memberikan pelayanan prima kepada masyarakat,” ujar Kepala Kemenag dihadapan peserta DWP
Suasana terasa khidmat, bahkan beberapa peserta terlihat meneteskan air mata haru. Bukan karena kesedihan, melainkan karena terhubung secara emosional dengan pesan yang disampaikan.
Mereka merasa dipahami, dihargai, dan diangkat eksistensinya bahwa meskipun berada di balik layar, peran mereka adalah fondasi utama pelayanan yang bermartabat.
“Pembinaan ini juga menjadi cerminan komitmen Kemenag Sumenep dalam memperkuat kapasitas internal melalui pendekatan spiritual dan kekeluargaan. Bahwa membina ASN tidak cukup hanya dengan regulasi dan pelatihan teknis, tetapi juga dengan penguatan nilai dan cinta yang tumbuh dari rumah,” pungkasnya.
Abdul Wasid telah mengubah paradigma bahwa tugas negara tak hanya dijalankan di kantor, tapi dimulai dari meja makan, dari ruang keluarga, dari pelukan hangat istri kepada suami yang bersiap mengabdi.
Kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan. Ia adalah oase moral di tengah padatnya tugas pemerintahan, dan kini menjadi perbincangan hangat di kalangan ASN dan masyarakat Sumenep. (REDJAVA/Ss****)









