JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Setelah beroperasi selama satu bulan, diketahui terdapat lebih dari 500 orang telah melakukan pengurusan paspor melalui layanan imigrasi, yang beradi di Mall Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Sumenep.
Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP dan Naker) Sumenep Abd Rahman Riyadi mengatakan, jumlah tersebut berdasarkan data yang masuk hingga hari ini, Senin (16/1/2023).
“Dari data kita, yang sudah mengurus paspor itu kurang lebih 500, sejak awal launching,” katanya kepada sejumlah media, Senin (16/1/2023).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dirinya menilai, pengurusan paspor masih didominasi oleh masyarakat yang ingin berangkat umroh. Hal tersebut, menurut Rahman dipicu karena beberapa masyarakat yang batal untuk berangkat haji dan memilih untuk umroh, karena waiting list yang cukup lama.
Kendati demikian, terdapat sejumlah orang yang mengurus paspor untuk kepentingan menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI), baik di Hongkong, Malaysia maupun Arab Saudi.
“Paling banyak memang masyarakat yang akan berangkat umroh,” ujarnya.
Dirinya mengaku, dari banyaknya masyarakat yang berminat untuk membuat atau memperpanjang paspor, maka tak jarang gerai imigrasi kehabisan kuota dokumen pengurusan paspor.
Kendati demikian, DPMPTSP dan Naker Sumenep kata Rahman, telah berkomitmen akan terus berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakatnya.
“Kita pasti akan berikan yang terbaik kepada masyarakat,” tandasnya. (REDJAVA****)









