JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Bahasa Madura adalah identitas kultural yang tak ternilai bagi masyarakat Pulau Garam. Namun, derasnya arus globalisasi membuat bahasa daerah kian terpinggirkan, terutama di kalangan generasi muda.
Menyadari hal itu, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sumenep melalui Kepala Bapenda, Faruk Hanafi, S.Sos., M.Si., menyuarakan pentingnya menjaga dan melestarikan bahasa ibu tersebut.
Dalam program Berita Bahasa Madura yang digelar RRI Pro 1 Sumenep pada Senin (8/9/2025), Faruk menegaskan bahwa bahasa daerah bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga warisan budaya yang menjadi jati diri masyarakat Madura.
“Bahasa Madura adalah identitas dan kebanggaan kita. Jika tidak dijaga, bisa saja generasi berikutnya hanya mengenalnya sebatas cerita. Karena itu, pelestarian Bahasa Madura harus menjadi gerakan bersama, baik melalui pendidikan, media, maupun kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Faruk menyebut, kehadiran program khusus berbahasa Madura di RRI adalah langkah nyata yang patut diapresiasi.
Menurut mantan Camat Kota Sumenep, ruang-ruang publik seperti media massa, sekolah, dan forum komunitas menjadi wadah penting untuk membiasakan penggunaan bahasa daerah agar tetap hidup dan relevan.
“Saya berharap masyarakat, khususnya anak-anak muda, tidak malu berbahasa Madura. Justru kita harus bangga, karena di balik bahasa ada filosofi, tata krama, serta kearifan lokal yang perlu diwariskan,” imbuhnya.
Selain itu, Faruk juga menekankan bahwa pemerintah daerah siap mendukung inisiatif-inisiatif kebudayaan yang sejalan dengan visi pelestarian bahasa.
Ia melihat, penguatan identitas budaya lokal akan memperkokoh semangat kebersamaan dalam pembangunan daerah.
“Melestarikan Bahasa Madura sama artinya dengan menjaga marwah dan harga diri orang Madura. Ini bukan hanya soal bahasa, tetapi juga tentang menjaga akar budaya kita. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, butuh dukungan masyarakat luas,” tandasnya.
Dengan semakin banyaknya ruang publik yang memberikan porsi bagi Bahasa Madura, Faruk optimistis bahasa daerah ini akan tetap lestari, hidup, dan dicintai lintas generasi. (REDJAVA****)












