Kemeriahan Tellasan Topak di Pantai Slopeng Menjadi Simfoni Budaya Madura

- Redaksi

Senin, 7 April 2025 - 12:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo & Ketua TP PKK Kabupaten Nia Kurnia Fauzi di Acara Festival Ketupat 2025 di Pantai Slopeng, Senin (07/04/2025)

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo & Ketua TP PKK Kabupaten Nia Kurnia Fauzi di Acara Festival Ketupat 2025 di Pantai Slopeng, Senin (07/04/2025)

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP — Di balik desir angin pesisir dan debur ombak yang bersahutan, Pantai Slopeng, Kabupaten Sumenep, menjelma menjadi panggung peradaban yang hidup. Senin pagi (07/04/2024), 1.500 jiwa berkumpul, bukan sekadar untuk berpesta, tetapi untuk merayakan satu nilai luhur: kebersamaan dalam bingkai budaya Madura.

Festival Ketupat 2025 atau Tellasan Topak, lebih dari sekadar agenda wisata tahunan, telah menjelma menjadi ruang spiritual, tempat di mana janur, beras, dan doa berpadu menjadi simbol identitas yang tak lapuk dimakan waktu.

Tepat pukul 08.30 WIB, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, hadir bersama unsur Forkopimda. Mereka disambut irama sronen yang mendayu dan tarian pesisir yang menggugah, bukan sebagai pejabat, tetapi sebagai putra daerah yang kembali menziarahi akar budayanya.

Dan ketika Bupati naik ke panggung utama, hadirin terdiam. Yang mereka dengar bukan pidato seremonial biasa, melainkan semacam sabda budaya yang merasuk sampai ke lapisan terdalam masyarakat.

“Tellasan Topak bukan sekadar makan ketupat. Bukan pula hanya tradisi turun-temurun. Ia adalah bahasa kasih, warisan nilai-nilai luhur: tentang berbagi, kesetaraan, dan saling memahami. Di dalamnya, leluhur kita menitipkan ajaran hidup,” kata Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo.

Sosok orang nomer satu di kabupaten ujung timur Pulau Madura itu kemudian menyentuh soal zaman yang bergerak cepat, kadang meninggalkan manusia di dalam kekosongan makna.

Baca Juga :  Semarakkan HKN ke-60, Dinkes P2KB Sumenep Gelar Turnamen Badminton 2024 Memperebutkan Piala Bergilir

“Ketupat mengajarkan kita tentang proses, kesabaran, dan pentingnya keterhubungan sosial. Saat seluruh keluarga, tetangga, hingga masyarakat berkumpul, duduk bersila, dan saling berbagi di situlah peradaban tumbuh. Bukan di gedung tinggi, tapi di hati yang saling terhubung,” jelasnya.

Usai pidato, arak-arakan Topak Lober digelar dengan penuh khidmat. Gunungan ketupat dan tumpeng diarak seperti pusaka, diiringi sronen, doa, dan getar haru yang nyaris tak terbendung.

Ketika janur kuning ditarik oleh Bupati dan Ibu Nia Kurnia Fauzi, masyarakat pun berebut ketupat bukan demi kenyang, tapi demi menjadi bagian dari sejarah kecil yang menyatukan.

Baca Juga :  Si Jago Merah Mengamuk di Manding Laok, Empat Mobil Damkar Dikerahkan

Sebagai penutup, dilepaskanlah burung merpati putih atau dara oddag ke langit Slopeng, lambang pengharapan dan perdamaian.

Burung-burung itu terbang membawa pesan sunyi namun kuat: bahwa budaya bukan untuk dikenang saja, tetapi untuk diteruskan, dirawat, dan ditanamkan kepada generasi masa depan.

“Sumenep tidak akan pernah berhenti menanam dan merawat budaya. Ini bukan sekadar festival. Ini adalah komitmen, napas kolektif yang tak boleh terputus. Mari wariskan ini, agar anak-cucu kita tahu dari mana mereka berasal,” tutup Ketua DPC PDI-P Sumenep itu. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Kemenhaj Sumenep Ungkap Tantangan Verifikasi Jemaah Haji yang Sudah Antre 14 Tahun
Patroli Kamtibmas Polresta Sumenep Berbuah Temuan 44 Botol Miras, Polisi Sita dari Dua Toko yang Diduga Jual Miras Ilegal
Prestasi Membanggakan, Kemenag Sumenep Raih Peringkat 3 Pengelolaan Rekening K/L Terbaik dan Perkuat Komitmen Menuju Zona Integritas
Kepala Bapenda Sumenep Beberkan Peran Pajak Kendaraan dalam Menguatkan PAD
HUT ke-81 RI Jadi Momentum, Pemprov Jatim Bebaskan Pajak Kendaraan hingga 31 Agustus
Kapolresta Sumenep dan Bakesbangpol Perkuat Sinergi Jaga Kondusivitas Daerah
Polisi Sita 10 Botol Arak Bali di Sapeken, Peredaran Miras Dibongkar dari Informasi Warga
Diskop UKM dan Perindag Sumenep Gelar Bimtek SAK-EP, Perkuat Tata Kelola 50 Koperasi

BERITA TERKAIT

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:34 WIB

Kemenhaj Sumenep Ungkap Tantangan Verifikasi Jemaah Haji yang Sudah Antre 14 Tahun

Rabu, 12 Agustus 2026 - 08:54 WIB

Patroli Kamtibmas Polresta Sumenep Berbuah Temuan 44 Botol Miras, Polisi Sita dari Dua Toko yang Diduga Jual Miras Ilegal

Selasa, 11 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Prestasi Membanggakan, Kemenag Sumenep Raih Peringkat 3 Pengelolaan Rekening K/L Terbaik dan Perkuat Komitmen Menuju Zona Integritas

Selasa, 11 Agustus 2026 - 22:22 WIB

Kepala Bapenda Sumenep Beberkan Peran Pajak Kendaraan dalam Menguatkan PAD

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:10 WIB

HUT ke-81 RI Jadi Momentum, Pemprov Jatim Bebaskan Pajak Kendaraan hingga 31 Agustus

BERITA TERBARU