JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang juga Anggota DPRD Sumenep, Akhmadi Yasid, SH menegaskan bahwa kemenangan pasangan calon (paslon) nomor urut 2, Fauzi-Imam (FAHAM), dalam Pilkada Sumenep sudah final dan mengikat.
Hal ini menyusul putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak permohonan sengketa hasil pemilihan yang diajukan paslon nomor urut 1, Ali Fikri-Unais Ali Hisyam.
Putusan MK dengan nomor perkara 206/PHPU.BUP-XXIII/2025, yang dibacakan oleh Ketua MK Suhartoyo pada Rabu (5/2/2025) malam di Jakarta, menyatakan bahwa permohonan pemohon tidak dapat diterima.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
MK menilai gugatan tersebut diajukan melewati tenggat waktu yang diatur dalam UU No. 10/2016 tentang Pilkada dan Peraturan MK No. 3/2024.
Akhmadi Yasid menegaskan bahwa sebagai lembaga peradilan tertinggi dalam sengketa pilkada, putusan MK bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.
Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menerima hasil ini dengan lapang dada serta meninggalkan perbedaan demi persatuan dan pembangunan Sumenep ke depan.
“Ini bukan sekadar kemenangan FAHAM, tapi kemenangan seluruh masyarakat Sumenep. Tidak boleh lagi ada kubu-kubuan 01 atau 02. Saatnya kita kembali ke sila ketiga Pancasila Persatuan Indonesia,” kata Yasid kepada media ini, Kamis (06/02/2025).
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa kemenangan ini bukan alasan bagi paslon FAHAM untuk bersikap jumawa.
Sebaliknya, ia berharap kepemimpinan baru bisa mengakomodasi berbagai gagasan, termasuk dari paslon rival, untuk membangun Sumenep yang lebih maju.
“Kepada pendukung paslon Final, jangan berkecil hati. Ini hanya satu tahapan dalam perjalanan panjang membangun Sumenep. Banyak sektor yang bisa dikembangkan bersama demi kesejahteraan masyarakat, termasuk visi pemerataan pembangunan daratan dan kepulauan yang juga menjadi aspirasi Final,” tambahnya.
Sebagai penutup, Yasid menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak untuk mewujudkan Sumenep yang lebih baik, bukan hanya hari ini tetapi juga di masa mendatang.
“Mari bergandengan tangan, membangun Sumenep hari ini, besok, dan seterusnya,” pungkasnya. (REDJAVA****)








