JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Kementerian Agama Kabupaten Sumenep menggandeng Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Cabang Sumenep dan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PCNU dalam program bertajuk Pesantren Sharing dan Peduli (PSP), sebuah inisiatif baru yang menekankan pentingnya kesehatan mental dan pencegahan kekerasan di lingkungan pesantren.
Nota Kesepahaman (MoU) antara ketiga lembaga ini ditandatangani Senin (5/5/2025) di Pondok Pesantren Assadad, Ambunten, Sumenep. Hadir dalam penandatanganan tersebut Kepala Kemenag Sumenep H. Abdul Wasid, M.Pd.I., Ketua HIMPSI Sumenep Dr. Zamzami Sabiq, M.Psi., dan Ketua RMI PCNU Sumenep Ubaidillah Tsabit, M.A. Turut menyaksikan jajaran pejabat Kemenag, pengurus pesantren, dan tokoh masyarakat.
Program PSP merupakan kelanjutan dari inisiatif Pesantren Ramah Anak yang telah dirintis sebelumnya. HIMPSI Sumenep akan berperan dalam memberikan layanan psikologis kepada para santri, termasuk asesmen awal hingga penanganan kasus yang membutuhkan perhatian profesional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua HIMPSI Sumenep, Dr. Zamzami Sabiq, M.Psi., menyatakan bahwa HIMPSI berkomitmen untuk menjadi mitra strategis dalam memperkuat ekosistem pendidikan pesantren yang sehat secara psikologis.
“Kami menyambut baik kolaborasi ini sebagai bentuk nyata pengabdian HIMPSI kepada masyarakat. Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tidak hanya berfungsi mencetak santri yang unggul secara spiritual, tetapi juga harus memastikan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung kesehatan mental,” ujarnya.
Dr. Zamzami menambahkan bahwa HIMPSI juga akan melakukan pelatihan untuk pengasuh dan guru pesantren agar mampu melakukan deteksi dini terhadap potensi masalah psikologis santri.
“Upaya pencegahan jauh lebih penting daripada penanganan. Maka pendekatan edukatif dan suportif harus kita kedepankan,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Kemenag Sumenep H. Abdul Wasid menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor demi menciptakan pesantren yang ramah dan peduli.
“Ini adalah tonggak penting. HIMPSI hadir dengan kapasitas profesional, dan RMI sebagai mitra strategis akan memperluas jangkauan program hingga ke level akar rumput,” ujarnya.
RMI PCNU Sumenep, sebagai asosiasi resmi pesantren NU, dinilai menjadi penghubung ideal antara inisiatif ini dengan ratusan pesantren yang tersebar di Sumenep. Sinergi ketiga lembaga ini dinilai akan memperkuat perlindungan anak dan kesehatan mental di lingkungan pendidikan keagamaan.
Program PSP diharapkan menjadi langkah konkret dalam menjadikan pesantren sebagai tempat yang aman, nyaman, dan mendukung pertumbuhan santri secara utuh. (REDJAVA****)









