JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep resmi menuntaskan program Peningkatan Kompetensi Khatib Jum’at yang digelar di seluruh wilayah kecamatan. Penutupan kegiatan dilaksanakan di Wilayah Kerja (Wilker) KUA Ambunten, Rabu (22/10/2025), yang mencakup tiga kecamatan: Rubaru, Ambunten, dan Pasongsongan.
Secara keseluruhan, Kemenag Sumenep telah melatih 384 khatib se-Kabupaten Sumenep dalam rangka memperkuat kapasitas para penceramah Jumat agar mampu menyampaikan pesan keagamaan yang sejuk, moderat, dan relevan dengan kehidupan sosial masyarakat modern.
Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Sumenep, Moh. Mabrur, mengatakan pelatihan ini bukan sekadar kegiatan teknis, melainkan bagian dari strategi besar untuk memperkuat peran khatib sebagai pemandu moral masyarakat.
“Khatib adalah suara moral di tengah umat. Karena itu, mereka harus mampu menyampaikan pesan Islam yang damai, menyejukkan, dan memberi solusi atas persoalan kehidupan,” ujar Mabrur kepada awak media.
Materi pelatihan disusun dengan pendekatan tematik yang menyentuh aspek keagamaan dan kebangsaan, mulai dari teknik penyusunan khutbah yang efektif, prinsip dakwah wasathiyah (moderat), hingga penguatan wawasan kebangsaan.
“Kami ingin setiap khutbah Jumat di masjid-masjid Sumenep tidak hanya mengingatkan pada nilai-nilai spiritual, tetapi juga menanamkan semangat kebinekaan dan cinta tanah air,” tegasnya.
Mabrur menambahkan, kolaborasi dengan para ulama dan akademisi dalam kegiatan ini menjadi kunci penting untuk memastikan kualitas materi yang diberikan tetap kontekstual dan aplikatif.
“Kemenag Sumenep berkomitmen menjaga kesinambungan pembinaan bagi para khatib dan tokoh agama, agar mereka senantiasa menjadi pelita di tengah masyarakat,” tutupnya.
Program pelatihan ini diharapkan mampu melahirkan generasi khatib yang tidak hanya fasih dalam menyampaikan khutbah, tetapi juga berwawasan luas, bijak, dan mampu merajut harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat Sumenep. (REDJAVA****)












