JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Musim kemarau biasanya identik dengan udara panas dan langit cerah. Namun, di tahun ini, kondisi cuaca justru menunjukkan anomali.
Fenomena kemarau basah, yakni kemarau yang diselingi hujan, mulai menimbulkan konsekuensi serius terhadap kesehatan masyarakat. Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep pun mengeluarkan peringatan dini.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2) Dinkes P2KB Sumenep, H. Achmad Syamsuri, secara tegas mengungkapkan bahwa setidaknya ada tiga penyakit yang patut diwaspadai selama berlangsungnya kemarau basah ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Fenomena ini bukan hanya soal cuaca, tapi sudah menjadi soal keselamatan kesehatan masyarakat. Ada tiga penyakit utama yang berpotensi meningkat, yaitu ISPA, diare, dan DBD,” ujarnya kepada media ini, Sabtu (12/07/2025).
Menurutnya, cuaca yang tidak stabil panas di siang hari dan dingin di malam hari, diselingi hujan secara berkala turut memengaruhi daya tahan tubuh masyarakat.
Hal ini memperbesar risiko terjadinya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama di kalangan anak-anak, lansia, dan individu dengan imunitas rendah.
“ISPA banyak menyerang saat malam yang dingin. Apalagi saat hujan turun, udara lembab mempercepat penyebaran virus dan bakteri penyebab infeksi saluran pernapasan,” imbuh Syamsuri.
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa hujan yang datang tak menentu seringkali menyebabkan sistem sanitasi masyarakat terganggu.
Di sinilah penyakit diare mulai mengintai, terutama di kawasan padat penduduk yang minim fasilitas air bersih.
“Genangan air dan buruknya higienitas lingkungan membuka celah bagi bakteri penyebab diare untuk berkembang dan menyebar cepat,” tegasnya.
Sementara itu, Demam Berdarah Dengue (DBD) juga disebut sebagai ancaman laten. Walaupun saat ini belum ditemukan lonjakan kasus signifikan, tetapi Syamsuri menegaskan bahwa satu saja tempat genangan bisa jadi sarang ribuan nyamuk Aedes aegypti.
“Jangan tunggu ada korban dulu. Begitu ada genangan, segera bersihkan. Kami terus pantau tapi kesadaran warga adalah kunci pencegahan,” ujarnya.
Untuk mencegah potensi meledaknya ketiga penyakit tersebut, pihak Dinkes Sumenep mengimbau masyarakat agar:
– Menjaga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di rumah dan lingkungan kerja.
– Rutin mengonsumsi makanan bergizi dan menjaga daya tahan tubuh.
– Mengatur pola tidur dan melakukan olahraga ringan setiap hari.
– Tidak menunda berobat ke fasilitas kesehatan saat muncul gejala awal.
“Kami minta semua warga waspada. Ini bukan hanya tugas Dinkes, ini tugas kita bersama sebagai masyarakat,” pungkas H. Achmad Syamsuri. (REDJAVA****)








