JAVANETWORK.CO.ID.PROBOLINGGO – Respons cepat ditunjukkan jajaran kepolisian pascabanjir yang melanda Desa Sokaan, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo.
Pada Minggu (22/2/2026) pagi, Kapolsek Krejengan, Miftahul Rahman, S.H., M.H., turun langsung memimpin kerja bakti bersama unsur Forkopimka, kepala desa, serta warga terdampak.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.25 WIB itu difokuskan pada pembersihan sisa lumpur, sampah, dan material banjir yang mengendap di lingkungan permukiman.
Kehadiran Kapolsek di tengah warga menjadi simbol kepedulian sekaligus komitmen percepatan pemulihan.
Di sela kegiatan, Miftahul Rahman menegaskan bahwa kehadiran Polri dalam situasi bencana adalah bagian dari tanggung jawab moral dan institusional.
“Kami hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk memastikan masyarakat yang terdampak bencana tidak merasa sendirian,” kata IPTU Miftahul Rahman disela-sela kegiatan.
Ia menjelaskan, kerja bakti tersebut merupakan bagian dari implementasi Program Presisi Polri, khususnya dalam peningkatan kinerja pemeliharaan kamtibmas.
Menurutnya, keamanan dan ketertiban tidak bisa dilepaskan dari kondisi sosial masyarakat.
“Pemeliharaan kamtibmas dimulai dari hal-hal mendasar. Lingkungan yang bersih, tertata, dan pulih dari bencana akan menciptakan rasa aman serta memperkuat stabilitas wilayah,” ujarnya.
Sinergi lintas unsur terlihat solid. Aparat kecamatan, pemerintah desa, dan warga bahu-membahu membersihkan area terdampak.
Gotong royong itu sekaligus menjadi momentum mempererat hubungan antara aparat dan masyarakat.
Kapolsek menilai, solidaritas sosial adalah kunci utama menghadapi bencana alam yang datang tanpa diduga.
“Kebersamaan seperti ini adalah kekuatan kita. Saat semua pihak bergerak bersama, pemulihan bisa berlangsung lebih cepat dan efektif,” tegas Iif sapaan akrabnya.
Ia memastikan, selama kegiatan berlangsung situasi tetap aman dan kondusif. Jajaran kepolisian juga terus melakukan pemantauan terhadap potensi cuaca ekstrem susulan.
“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar dan terkendali. Kami tetap siaga serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengantisipasi kemungkinan dampak lanjutan,” pungkasnya.
Kerja bakti di Desa Sokaan menjadi gambaran konkret pendekatan humanis kepolisian dalam menangani persoalan masyarakat.
Di tengah sisa lumpur dan genangan yang perlahan surut, semangat gotong royong justru menguat menghadirkan optimisme bahwa pemulihan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga solidaritas. (REDJAVA****)











