JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Suasana depan Labeng Mesem Keraton Sumenep, Jumat (20/2/2026), berubah semarak. Ratusan warga memadati kawasan bersejarah itu untuk menghadiri Pembukaan Festival Bazar Takjil Ramadhan 1447 Hijriah, sebuah agenda tahunan yang tak hanya bernuansa religius, tetapi juga menjadi denyut ekonomi rakyat.
Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., tampak hadir bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sumenep. Kehadiran unsur pimpinan daerah itu menandai komitmen bersama dalam menyambut bulan suci Ramadhan sekaligus memperkuat dukungan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Bupati Sumenep, Ketua DPRD Kabupaten Sumenep, Dandim 0827/Sumenep, Kepala Kejaksaan Negeri Sumenep, Ketua Pengadilan Negeri Sumenep, Ketua Pengadilan Agama Sumenep, serta Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep.
Festival ini menghadirkan puluhan stan takjil dan produk UMKM lokal yang menawarkan beragam kuliner khas untuk berbuka puasa. Aroma makanan tradisional berpadu dengan antusiasme warga yang berburu hidangan, menciptakan atmosfer khas Ramadhan di jantung kota Sumenep.
Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto menegaskan, Polri mendukung penuh kegiatan masyarakat yang berdampak positif bagi perekonomian dan memperkuat kebersamaan sosial.
“Kami dari Polres Sumenep siap mendukung penuh kegiatan keagamaan dan ekonomi masyarakat seperti ini. Festival takjil bukan hanya ajang silaturahmi menyambut Ramadhan, tetapi juga ruang pemberdayaan UMKM. Tentu kami pastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif,” ujar AKBP Anang Hardiyanto.
Ia menambahkan, pengamanan dilakukan secara terbuka dan tertutup untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang hadir. Personel Polres Sumenep disiagakan di sejumlah titik strategis guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas serta mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan.
Pembukaan festival berlangsung khidmat dan tertib. Antusiasme warga menjadi sinyal positif bahwa bazar Ramadhan bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan instrumen penggerak ekonomi lokal yang efektif. Di tengah suasana religius menyambut 1447 Hijriah, Labeng Mesem kembali menjadi saksi kebersamaan antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat Sumenep. (REDJAVA****)











