JAVANETWORK.CO.ID.SAMPANG – Di saat Kepolisian Negara Republik Indonesia sedang bertransformasi menuju Polri Presisi (Prediktif, Resposibilitas dan Transparansi Berkeadilan) sebagaimana tertuang pada Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2022 dan merupakan bagian dari Grand Strategi Polri yang tertuang pada Renstra Polri 2020-2024 dalam rangka pemulihan ekonomi dan reformasi struktural, konsep dasar itu benar-benar dilaksanakan dalam mengimplementasikan “Predictve Policing”.
Namun fenomena yang terjadi di sampang berseberangan dengan jiwa dan semangat pengabdian yang sedang dibangun Pimpinan Polri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang sedang berproses membangun kepercayaan public (building trust).
Pada Tahun Anggaran 2022 ini Satuan Kerja Kewilayahan, dalam hal ini Polres Sampang mendapatkan tugas untuk mendistribusikan Program Bantuan Langsung Tunai Pedagang Kaki Lima dan Nelayan (BLT PKL-WN) yang yang mulai diberikan kepada para Kelompok Penerima Manfaat (KPM) sekitar bulan maret 2022 lalu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketika awak media mempertanyakan tentang dugaan Over Lupping dengan PKH dan skema Distribusi Bantuan Langsung Tunai Pedagang Kaki Lima, Warung dan Nelayan (BLT-PKL-WN),karena fenomenanya sangat nampak dan jelas se akan-akan Jajaran Polres Sampang tidak siap dan tidak professional dalam implementasinya.
(para Kelompok Penerima Manfaat mengalami antrian yang cukup panjang seharian dalam beberapa hari dan bahkan sampai malam hari dan sampai menjelang hari raya idhul fitri).
Kapolres Sampang, AKBP. Arman, S.IK menanggapinya dengan apriori dengan lantang dalam nuansa menantang dan meradang dihadapan kalangan Jurnalis dan sebagian para Kasat Fungsi dan Kasi Humas yang hadir, menyatakan : : “di Polres-Polres, di Kodim-Kodim gak ada, gak ada kabupaten lain itu, apalagi di daerah Matraman (Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Bondowoso sampai Banyuwangi maksudnya Matraman versi Jurnalis), tidak ada yang protes-protes begitu, malah semuanya mendukung, heran saya di sampang ini, gak tau, kok kayak begini di sampang ini”.
(saat tanggapi konfirmasi dan klarifikasi beberapa awak media pada audiensi, Selasa, (14/6/2022) di Mapolres Sampang yang dihadiri beberapa Kasat Fungsinya.
“Puluhan ribu dalam beberapa hari kirim data, kemudian sistemlah yang mengolah, diverifikasi atau ditolak, itu sampeyan punya data, itu orang kaya, ini punya ini, SALAHKAN NEGARAMU, SISTEMNYA SUDAH BAGUS BELUM, ITU……., POLRES GAK NGERTI OPO-OPO SURUH BAGI KAYAK BEGINI, DIPIKIR LANGSUNG NGERTI, GAK NGERTI JUGA, karena beban tanggung jawab moral aja, mereka bekerja”, lanjut Arman dengan penuh keyakinan
Pada sebuah kesempatan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mempersilakan masyarakat menyampaikan pendapat atau kritiknya kepada Institusi Polri.
Ia mengaku bahwa pihaknya tidak anti kritik, bahkan membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan kritikannya agar institusi yang dipimpinnya menjadi lebih baik.
“Tentunya menjadi energi, kritik kadangkala memang dirasakan pahit. Ibarat obat, pil itu pahit tapi harus dimakan, sehingga bisa menjadi sehat untuk organisasi atau institusi ini menjadi baik”kata Jenderal Listyo Sigit usai acara Hoegeng Award di Gedung Tribrata, Jakarta Selatan, Jum’at, (1/7/2022), sebagaimana dikutip kompastv edisi, (2/7/2022).
Fenomenal, tidak berdaasar dan penuh kontroversi statement dari seorang Kapolres Sampang AKBP Arman memicu gelombang aksi bergelombang pada beberapa kota besar baik di Madura maupun di Mapolda Jatim sehingga berakhir pada Pelaporan dan Pengaduan oleh Aliansi Masyarakat Pecinta Jurnalis (AMPJ) Nusantara Bersatu baik dari sisi Etik maupun dugaan Delict Pidana sebagaimana diatur pada Pasal 18 ayat (1) Undang-undang nomor 40 tahun 1999 tentang PERS serta belum lama ini di saat Polri sedang merayakan HUT Bhayangkara ke-76 Kommuitas Jurnalis di Sampang mempersembahkan Simbol Ketidakpercayaan dan Kekecewaan kepada Kapolres Sampang yang diwujudkan oleh Lintas Media Sampang (LMS) pada Karangan Bunga Ucapan Selamat Hari Bhayangkara Ke-76 dengan menobatkan predikat *SEBAGAI PEJABAT PUBLIK SUKSES MEMBUAT KEGADUHAN TINGKAT NASIONAL*.(ABDUL/REDJAVA)









