JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) Desa Pamolokan, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, kembali menggelar pertemuan rutin bulanan pada Jumat (27/06/2025).
Kali ini, kegiatan dilangsungkan di rumah salah satu anggota yang berada di Dusun Saluran Air, dengan suasana yang hangat dan penuh kebersamaan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda tetap yang diinisiasi untuk memperkuat sinergi antaranggota sekaligus membahas berbagai program pemberdayaan masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Kampung KB Desa Pamolokan, R.B. Mohammad Anzar, S.H., yang juga menjabat sebagai Sekretaris Desa Pamolokan, menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah untuk mendorong peningkatan kualitas hidup warga, khususnya dalam aspek ekonomi dan pendidikan.
“Melalui forum seperti ini, masyarakat tidak hanya memperkuat silaturahmi, tetapi juga saling berbagi informasi dan keterampilan. Harapannya, akan tercipta keluarga yang mandiri, produktif, dan memiliki akses terhadap pendidikan yang lebih baik,” ungkap Anzar.
Saat ini, lanjutnya, Kampung KB Desa Pamolokan memiliki sekitar 30 anggota aktif dari berbagai latar belakang. Mereka terlibat dalam kegiatan yang beragam, mulai dari pelatihan ekonomi kreatif, penyuluhan kesehatan, hingga diskusi seputar parenting dan peran perempuan dalam keluarga.
“Dengan semangat kebersamaan, kami optimis Kampung KB bisa menjadi ruang yang memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan,” tutupnya.
Sementara itu, Pembina Kampung KB Desa Pamolokan, Ahmad Zayyadi, yang juga menjabat sebagai Pj Kepala Desa Pamolokan, turut memberikan apresiasi terhadap konsistensi kegiatan tersebut.
“Pertemuan rutin ini merupakan salah satu langkah konkret dalam membentuk masyarakat yang tangguh dan berdaya saing. Pemerintah desa tentu sangat mendukung segala inisiatif positif yang lahir dari warga,” ujar Zayyadi.
Ia menambahkan, ke depan pemerintah desa akan terus mendorong kolaborasi antara Kampung KB dengan berbagai stakeholder, termasuk PKK, kader kesehatan, dan tokoh masyarakat, agar program-program yang dirancang semakin tepat sasaran dan berkelanjutan.
“Sinergi antara masyarakat dan pemerintah desa adalah kunci keberhasilan pembangunan berbasis keluarga,” pungkasnya. (REDJAVA****)










