JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Menjelang arus mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumenep (DLH) mengintensifkan kampanye gaya hidup minim sampah kepada masyarakat.
Upaya ini dilakukan sebagai langkah strategis untuk menekan lonjakan volume sampah yang kerap meningkat signifikan saat momentum hari besar keagamaan.
Melalui media edukatif yang disebarluaskan, DLH Sumenep mengajak masyarakat membangun kebiasaan sederhana namun berdampak besar terhadap kelestarian lingkungan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di antaranya membawa botol minum atau tumbler sendiri, menggunakan wadah makan yang dapat dipakai ulang, serta membawa tas belanja ramah lingkungan guna mengurangi plastik sekali pakai.
Kepala DLH Kabupaten Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf, AP., M.Si., menegaskan bahwa kesadaran masyarakat menjadi faktor kunci dalam pengendalian sampah, khususnya saat mobilitas meningkat drastis selama musim mudik.
“Momentum Idul Fitri ini harus kita maknai tidak hanya sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Salah satunya dengan membiasakan diri untuk tidak menghasilkan sampah berlebihan,” ujarnya, Kamis (20/03/2026).
Ia menjelaskan, lonjakan sampah saat Lebaran umumnya dipicu oleh pola konsumsi masyarakat yang cenderung berlebihan serta penggunaan barang sekali pakai yang tidak terkendali.
“Kalau kita bisa mulai dari hal kecil, seperti membawa tumbler, kotak makan, dan tas belanja sendiri, dampaknya akan sangat besar. Ini langkah sederhana, tetapi efeknya luar biasa bagi lingkungan,” tambahnya.
Selain itu, DLH juga mengimbau masyarakat untuk membawa makanan secukupnya agar tidak terbuang sia-sia, serta membuang sampah sesuai jenisnya guna memudahkan proses pengelolaan.
Tidak kalah penting, masyarakat yang melakukan perjalanan mudik juga dianjurkan membawa perlengkapan ibadah pribadi seperti sajadah. Langkah ini dinilai mampu mengurangi ketergantungan pada fasilitas sekali pakai di tempat umum.
Lebih lanjut Anwar menekankan bahwa gerakan minim sampah ini bukan sekadar imbauan sesaat, melainkan bagian dari perubahan pola hidup yang harus terus dibangun secara berkelanjutan.
“Kami berharap gerakan ini menjadi kebiasaan baru masyarakat, bukan hanya saat Lebaran, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Lingkungan yang bersih adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Melalui kampanye ini, DLH Sumenep optimistis kesadaran kolektif masyarakat akan terus meningkat, sehingga perayaan Idul Fitri tidak hanya berlangsung meriah, tetapi juga bersih, sehat, dan ramah lingkungan. (REDJAVA****)








