JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Kemerdekaan bangsa Indonesia yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945 sering dipahami hanya sebatas keberhasilan para pahlawan mengusir penjajah. Padahal, makna merdeka sesungguhnya jauh lebih dalam daripada itu.
Kepala Desa Aengbaja Kenek, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Matsin, menegaskan, kemerdekaan sejatinya bukan hanya diukur dari kemenangan balatentara dan pahlawan dalam menaklukkan kolonialisme, melainkan juga dari bagaimana rakyat dapat hidup bebas dari segala bentuk penindasan, ketidakadilan, dan jeritan hati yang hingga kini masih dirasakan sebagian masyarakat.
“Kalau hanya bebas dari penjajahan asing, itu baru sebatas kemerdekaan lahiriah. Tapi kemerdekaan batiniah akan benar-benar terasa ketika rakyat kecil tidak lagi menangis karena lapar, ketika keadilan hukum berpihak pada semua, dan ketika kesejahteraan dapat dirasakan merata,” ujarnya kepada media ini, Minggu (17/8/2025).
Matsin menegaskan, kritik terhadap kondisi bangsa saat ini bukan berarti mengabaikan jasa para pahlawan. Justru sebaliknya, rasa syukur dan hormat terus dipanjatkan kepada mereka yang telah mengorbankan harta, tenaga, pikiran, bahkan nyawa demi kemerdekaan Indonesia.
“Kita bukan berarti tidak menghormati, tidak menghargai, dan tidak berterima kasih kepada seluruh pejuang bangsa ini. Malah kita sangat berterima kasih dan bersyukur sekali kepada beliau-beliau yang sudah rela mengurbankan segalanya demi bangsa dan negara tercinta. Tapi… hari ini, kita harus jujur bahwa masih banyak rakyat yang merasakan ketidakadilan dan kesulitan,” jelasnya.
Menurutnya, semangat Proklamasi harus menjadi pengingat bahwa perjuangan belum selesai. Generasi sekarang memiliki kewajiban mengisi kemerdekaan dengan langkah nyata: memberantas korupsi, mengurangi kesenjangan sosial, menegakkan hukum secara adil, serta menjaga persatuan bangsa.
“Pahlawan sudah menebus kemerdekaan ini dengan darah dan nyawa mereka. Jangan sampai kita mengkhianatinya dengan membiarkan rakyat terus berjeritan di negeri yang katanya sudah merdeka,” tegasnya.
Ia menambahkan, kemerdekaan sejati adalah ketika setiap anak bangsa bisa hidup dalam damai, sejahtera, dan penuh harapan di tanah airnya sendiri.
“Inilah semangat Proklamasi yang harus kita jaga: bukan hanya bebas dari penjajah, tapi juga bebas dari segala bentuk penindasan yang masih menyelimuti rakyat kita. Itulah makna merdeka yang sebenarnya,” pungkasnya. (REDJAVA****)











