JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Disdik Sumenep melalui Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) kembali turun lapangan (Turlap) ke KKKS Dasuk dalam rangka melakukan pembinaan karakter dalam program Sekolah Responsif Gender (SRD).
Bertempat disalah satu sekolah di kecamatan setempat, Kabid GTK Disdik Sumenep, Akhmad Fairusi, SPd, M.AP mengapresiasi langkah cepat Pengawas SD bersama KKKS Kecamatan Dasuk dalam menerapkan Sekolah Responsif Gender (SRG).
“Saya sampaikan apresiasi dan terima kasih kepada rekan-rekan KKKS dan Pengawas SD Kecamatan Dasuk yang sudah menerapkan Program Sekolah Responsif Gender (SRG),” kata Akhmad Fairusi, SPd, M.AP disela-sela kegiatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia mengatakan langkah cepat penerapan program sekolah responsif gender di Kecamatan Dasuk ini sungguh sangat luar biasa. Dan ini langkah awal yang baik dan positif bagi dunia pendidikan di Kota Keris.
“Namun saya tetap terus akan mengimbau dan mengingatkan kepada bapak-bapak dan ibu-ibu agar terus meningkatkan pemahaman program Sekolah Responsif Gender (SRG) di sekolah-sekolah,” tegasnya.
Pihaknya mengungkapkan beberapa kasus yang telah mencoreng institusi Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep, seperti tindak kekerasan ataupun perselingkuhan harus dicegah di masa-masa mendatang.
“Dengan program Sekolah Responsif Gender (SRG). Saya meyakini hal-hal tersebut tidak akan terulang kembali di masa yang datang. Namun itu betul-betul diterapkan di setiap lingkungan dan sekitarnya,” ungkapnya.
Tanggung jawab seorang tenaga pendidik (Guru) kata Fairuz, itu sangatlah mulia apabila benar-benar memberikan atau menyalurkan ilmunya yang bermanfaat kepada anak didik.
“Jadi seorang tenaga pendidik (Guru) sepantasnyalah harus ekstra hati-hati dalam bersikap, bertutur kata dan bergaul dilingkungannya, karena tugas guru itu digugu dan dicontoh oleh muridnya,” tutupnya.
Sebelumnya, Ketua KKKS Kecamatan Dasuk, ABD Karim, SPd menyampaikan dihadapan Kabid GTK beserta tim Disdik Sumenep bahwa di Kecamatan Dasuk memiliki 21 SD dibawah naungan Disdik Sumenep.
“Bapak Kabid yang kami hormat, kita disini (Dasuk) memiliki 21 lembaga dibawah naungan Disdik Sumenep, dan itupun sudah termasuk SDI yang dikelola yayasan,” kata Abd Karim, SPd menjelaskan.
Dirinya kedepan bersama pengawas SD yang ada di Kecamatan Dasuk akan terus meningkatkan gerakan program Sekolah Responsif Gender (SRG) di semua lembaga dibawah naungan Disdik Sumenep.
“Sehingga hal-hal yang tidak kita inginkan bersama seperti beberapa kasus yang lagi viral di media beberapa pekan yang lalu, kedepan tidak akan terulang kembali dengan program SRG ini,” tandasnya. (REDJAVA****)










