JAVANETWORK.CO.ID.JAKARTA – Kepala Badan Intelijen Keamanan (Kabaintelkam) Mabes Polri Komjen Pol Drs Ahmad Dofiri M.Si didampingi Kasetukpa Lemdiklat Polri Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto SIK MHum memberikan ceramah pembekalan kepada para siswa Sekolah Inspektur Polisi (SIP) angkatan 51 Tahun 2022, Rabu (21/09/2022).
Dimana pelaksanaan acara ceramah pembekalan tersebut, dilaksanakan bertempat di Auditorium Anton Sudjarwo Setukpa Lemdiklat Mabes Polri.
Pada kesempatan tersebut, Kabaintelkam Mabes Polri Komjen Pol Drs Ahmad Dofiri MSi menyampaikan ceramah pembekalan dengan tema peran intelejen dalam menghadapi tantangan industri 4.0.
Selain didampingi oleh Kasetukpa Polri Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto SIK MHum, pada pembekalan tersebut juga turut dihadiri oleh Pejabat Utama Setukpa Lemdiklat Polri, dengan diikuti sebanyak 2.075 dengan rincian 1.426 orang mengikuti secara tatap muka langsung dan 649 orang lainnya mengikuti secara virtual yang tersebar di empat Pusdik, 249 yaitu Pusdik Polair, 249 Pusdik Binmas, 75 orang di Pusdik Min dan 75 orang di Pusdik Intel.
Mengawali ceramahnya Kabaintelkam Mabes Polri Komjen Pol Drs Ahmad Dofiri MSi menyampaikan bahwa arti penting karakter bagi seorang perwira akan menentukan nasib dan menumbuhkan integritas.
“Sosok ideal seorang perwira Polri pondasinya adalah Perwira yang berkarakter, lakukanlah hal-hal yang baik dengan cara-cara yang benar,” ucap Kabaintelkam Mabes Polri Komjen Pol Drs Ahmad Dofiri MSi.
Selain itu juga, Jenderal Bintang Tiga dibahu juga menambahkan karakter perwira harus dijiwai oleh semangat 4AS yaitu kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas dan kerja ikhlas, serta 3AN yaitu taat pada aturan, teguh pada pendirian dan mampu mengkomunikasikan.
“Semuanya ini akan terwujud bila ditopang dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi oleh masing-masing individu perwira Polri,” jelas Jenderal Bintang Tiga tersebut.
Selain itu, Komjen Pol Drs Ahmad Dofiri MSi juga menjelaskan seputar dinamika Kamtibmas yang menjadi atensi di tahun 2023 terkait isu dibidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan keamanan dalam negeri, serta tantangan industri 4.0 yang membawa dampak negatif pada perkembangan peradaban.
Menghadapi dampak negatif era digital 4.0 Baintelkam Mabes Polri telah melakukan beberapa langkah strategi diantaranya Tranformasi Sistem Informasi Manajemen Baintelkam Mabes Polri, Tranformasi Alsus, Tranformasi Pelayanan Publik yang Terintegrasi, Penguatan Struktur Baintelkam Mabes Polri, Revitalisasi Fasilitas Pendidikan Pusdik Intelijen dan Rencana Pembangunan Gedung Presisi Baintelkam Mabes Polri di Tahun 2023 (REDJAVA/FRN****)












