JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Sumenep, Kompol Dodik Wibowo, SH, MH didampingi Pasal PAM Kantor KPU dan Bawaslu IPDA Ifan Prayitno, SE memimpin personel pengamanan logistik Pemilu 2024.
Kedatangan logistik tersebut berupa kotak suara di KPUD Sumenep, Desa Kebonagung, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Rabu (01/11/2023).
“logistik pemilu yang datang sebanyak 6.490 kotak yang merupakan bagian dari persiapan KPUD Sumenep jelang Pemilu tahun 2024 mendatang,” kata Kapolres Sumenep melalui Kabag Ops Kompol Dodik Wibowo, SH, MH.
Menurutnya, kedatangan kotak suara tersebut menjadi fokus pengamanan intensif Polres Sumenep untuk memastikan kelancaran proses demokrasi di wilayah Kabupaten Sumenep,” ungkapnya.
“Tim pengamanan Polres Sumenep berkala erat dengan petugas keamanan KPUD untuk memastikan keberlangsungan pengiriman kotak suara ketempat penyimpanan yang telah ditentukan dalam keadaan aman,” katanya.
Kapolres Sumenep, AKBP Edo Satya Kentriko, SH, SIK, MH melalui Kabag Ops mengatakan kegiatan pengawalan dan pengamanan ini adalah bagian upaya Polres Sumenep untuk menjamin keamanan dan kelangsungan proses tahapan Pemilu 2024.
“Ribuan kotak suara tersebut saat ini sudah disimpan di gudang KPUD Sumenep dan dalam pengamanan ketat personel Polres Sumenep,” tegasnya.
Lebih lanjut, Kabag Ops mengatakan akan menyiapkan langkah-langkah pengamanan yang matang untuk memastikan kotak suara sampai pada tujuannya tanpa ada gangguan.
“Saya tekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam mendukung pelaksanaan Pemilu 2024,” imbuh Kabag Ops Polres Sumenep, Kompol Dodik Wibowo, SH, MH.
Pihaknya mengajak kepada seluruh masyarakat untuk ikut serta dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif selama prose tahapan hingga hari pemungutan suara nanti.
Kompol Dodik Wibowo, SH, MH melanjutkan kegiatan pengamanan ini Merupakan bagian dari serangkaian persiapan dalam menyambut Pemilu 2024 yang akan dihelat beberapa bulan mendatang.
“Ini bentuk komitmen Polres Sumenep dalam memberikan perlindungan, menjaga netralitas dan mencegah potensi gangguan Kamtibmas yang dapat mengganggu proses demokrasi di Kabupaten Sumenep,” pungkasnya. (REDJAVA****)












