JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP — Jumat pagi di Jalan Urip Sumoharjo, Desa Pabian Timur, suasana tampak berbeda dari biasanya.
Tepat di sisi Timur Mapolres Sumenep, sekelompok relawan, Kita Berbagi Sumenep (KBS) sibuk membagikan nasi bungkus kepada siapa pun yang melintas.
Gerakan itu mereka sebut Nasi BUNGTURAT, singkatan dari Nasi Bungkus Tujuan Akhirat sebuah simbol kecil dari niat besar untuk menebar kebaikan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada Jumat (31/10/2025) yang disebut para relawan sebagai “Jumat Manis”, sebanyak 95 bungkus nasi disiapkan dan dibagikan kepada abang becak, pemulung, serta pengendara roda dua yang melintas di ruas jalan itu.
Suasana sederhana, tapi menyentuh hati siapa pun yang melihatnya.
Ketua Kita Berbagi Sumenep, Akhmad Sahruddin, S.H., mengatakan bahwa kegiatan ini lahir dari semangat kebersamaan dan kesadaran sosial masyarakat Sumenep.
“Kami tidak punya tujuan lain kecuali ingin berbagi dari hati. Nasi BUNGTURAT ini bukan hanya sekadar makan siang, tapi pesan kasih untuk sesama,” ujarnya saat ditemui di lokasi kegiatan.
Sahruddin menjelaskan, Jumat dipilih bukan tanpa alasan. Dalam keyakinan mereka, hari Jumat merupakan waktu terbaik untuk menebar kebaikan dan menumbuhkan empati di tengah masyarakat.
“Jumat bagi kami adalah hari yang istimewa. Kami menyebutnya Jumat Manis, karena di hari ini kami ingin menghadirkan senyum manis bagi mereka yang sering terlupakan,” katanya pelan.
Ia menuturkan, program Nasi BUNGTURAT telah berjalan rutin dan terus mendapat dukungan masyarakat. Banyak warga yang kini ikut berdonasi, baik berupa uang, bahan makanan, maupun tenaga.
“Kami tidak menuntut besar kecilnya bantuan. Satu bungkus nasi yang diberikan dengan ikhlas, nilainya jauh lebih berharga daripada angka di rekening,” jelasnya.
Bagi KBS, berbagi adalah bentuk syukur yang sederhana. Mereka percaya, setiap langkah kecil yang dilakukan dengan tulus akan memberi dampak besar bagi kehidupan sosial di sekitarnya.
“Kami hanya ingin mengingatkan bahwa kebaikan itu menular. Sekali seseorang melihat senyum penerima nasi, insya Allah hatinya akan ikut tergerak,” ujarnya menutup perbincangan.
Warga yang melintas tampak menerima nasi bungkus itu dengan wajah sumringah. Beberapa tukang becak sempat berhenti sejenak, menyalami para relawan, lalu melanjutkan kayuhan mereka dengan senyum kecil mungkin juga doa yang lirih.
KBS Sumenep membuka ruang bagi siapa pun yang ingin berpartisipasi dalam gerakan ini. Donasi dapat dikirim melalui Admin Kita Berbagi Sosial (082331717777) atau melalui rekening 009501030078539 a.n. Kita Berbagi Sumenep.
Gerakan kecil ini mungkin tak mengubah dunia secara instan. Tapi di tengah derasnya arus kesibukan dan ketidakpedulian, Nasi BUNGTURAT telah mengingatkan kembali satu hal penting bahwa kemanusiaan tumbuh dari hal-hal yang sederhana: dari sebungkus nasi dan niat yang tulus. (REDJAVA****)









